Hadapi Natal, Bulog Jambi Impor Daging Kerbau 13 Ton dari India
Selasa, 12 Desember 2017 | 20:21 WIB
Jambi - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi Jambi mengimpor daging kerbau beku sebanyak 13 ton dari India. Impor daging beku itu dilakukan mengantisipasi meningkatnya kebutuhan dan terjadinya lonjakan harga daging kerbau di Jambi menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
"Impor daging kerbau beku dari India tersebut kami lakukan pekan kedua Desember ini. Daging kerbau impor tersebut diharapkan sudah beredar di Jambi akhir pekan ini. Selain di Kota Jambi, daging kerbau impor tersebut akan disistribusikan ke beberapa kabupaten," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre Jambi, Saidi di Jambi, Selasa (12/12).
Menurut Saidi, pihaknya sudah menyiapkan kotak pendingin daging impor tersebut di gudang Bulog Jambi. Kotak pendingin atau kulkas tersebut mampu menampung 13 ton daging beku. Kotak pendingin daging beku tersebut sudah memenuhi standar dan mampu menyimpan daging beku lebih satu bulan.
Dikatakan, impor daging kerbau beku dari India tersebut sudah mendapat izin dari dinas instansi terkait serta sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan Provinsi Jambi.
"Kami juga sudah melaporkan impor daging kerbau impor tersebut kepada Satgas Pangan Jambi. Karena itu pemasaran daging kerbau impor asal India tersebut di seluruh pasar di Jambi sudah bebas dan terjamin,"ujarnya.
Sementara itu pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Selasa (12/12), harga daging kerbau mencapai Rp 130.000/kg. Harga daging sapi lebih mahal dibandingkan harga daging sapi. Harga daging sapi di Kota Jambi Selasa stabil pada angka Rp 120.000/kg. Sedangkan persediaan daging sapi di beberapa pasar di Kota Jambi mencukupi.
Tambah Gas
Sementara itu PT Pertamina (Persero) Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu menambah pasokan gas elpiji bersubsidi tabung gas 3 kg untuk Provinsi Jambi sekitar 5.000 tabung/hari. Penambahan pasokan gas elpiji bersubsidi tersebut dilakukan Desember ini, mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji tabung 3 kg menjelang Natal dan Tahun Baru.
"Menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti, Pertamina Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu menambah pasokan gas elpiji tabung 3 kg untuk Jambi 5.000 tabung/hari. Karena itu, warga Jambi tidak perlu melakukan aksi borong gas elpiji bersubsidi tersebut," kata Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, Erwin Hiswanto.
Sementara pantauan di Kota Jambi, harga gas elpiji tabung 3 kg mencapai Rp 25.000/tabung atau lebih mahal dari harga gas elpiji tabung 3 kg di pangkalan sebesar Rp 16.000/tabung. Selain harga mahal, persediaan gas bersubsidi tersebut pun langka. Beberapa pangkalan dan pengecer gas tidak memiliki persediaan gas elpiji tabung 3 kg hingga Selasa sore.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




