Operasi Premanisme, Kasus Copet Paling Tinggi

Kamis, 14 Desember 2017 | 14:20 WIB
BM
IC
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: CAH
Polisi menggelandang para preman dalam razia premanismedi Mapolda Metro Jaya.
Polisi menggelandang para preman dalam razia premanismedi Mapolda Metro Jaya. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)

Jakarta - Kasus copet paling banyak diungkap Polda Metro Jaya dan Polres jajaran, dalam Operasi Premanisme untuk menciptakan keamanan dan ketertiban, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, tanggal 7 sampai 13 Desember 2017.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta mengatakan, berdasarkan data masing-masing wilayah rata-rata mengungkap 100 hingga 150 kasus dalam Operasi Premanisme.

"Ini bukan masalah tangkapan yang kita ke depankan, bukan kuantitasnya, melainkan kualitasnya. Menciptakan rasa aman masyarakat di kereta api, di bus, di tempat umum. Jadi mereka bisa merasa aman. Kami menghilangkan pak ogah, peminta uang, orang yang tidak berhak mengambil pemungutan itu ada yang kami tahan, dan ada juga kita serahkan ke dinas sosial," ujar Nico, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/12).

Dikatakan, kasus copet paling banyak diungkap anggota Polda Metro Jaya dan Polres jajaran.

"Copet paling banyak. Copet lebih banyak di acara-acara seperti di Senayan, Kemayoran dan Car Free Day. Jadi Car Free Day itu ternyata juga banyak copet, sudah beberapa orang yang kita tangkap, ada enam sampai delapan orang berikut barang bukti handphone yang sudah kami sita," ungkapnya.

Ia menyampaikan, setiap pekan anggota menangkap copet di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day. "Anggota kami setiap pekan menangkap. Jadi saya minta kepada rekan-rekan untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Car Free Day pun ternyata ada copetnya," katanya.

Ia mengungkapkan, modus para pencopet di Car Free Day adalah senggol, pepet dan ambil barang.

"Jadi pura-pura disenggol dua orang, yang satu mengalihkan perhatian dan barangnya pun diambil. Semua sasarannya handphone. Pelaku dua orang biasanya," jelasnya.

Menurutnya, Polda Metro Jaya menurunkan beberapa tim yang menyamar menggunakan pakaian bebas setiap perhelatan Car Free Day untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana pencopetan dan kejahatan jalanan lainnya.

"Ada beberapa tim ya, kita tidak bisa menyebutkan anggota karena itu bentuk penyamaran," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon