BNPB Belum Dapat Hitung Kerugian Gempa Tasikmalaya

Sabtu, 16 Desember 2017 | 22:01 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 16 Desember 2017.
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 16 Desember 2017. (Antara/Adeng Bustomi)

Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan belum dapat menghitung secara akurat angka kerugian materi akibat gempa bumi Tasikmalaya yang mengguncang daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, Jumat (15/12) malam.

"Estimasi kerugian belum, nanti setelah evakuasi dan pendataan," kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei saat kunjungannya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

Ia menuturkan, pemerintah pusat melalui BNPB memberikan perhatian khusus dalam bencana gempa bumi Tasikmalaya yang mengguncang sejumlah daerah di Jabar dan Jawa Tengah.

Gempa yang telah menimbulkan kerusakan pada rumah warga dan bangunan lainnya itu, kata dia, membutuhkan waktu selama satu sampai dua pekan untuk pendaataan jumlah akurat kerusakan, termasuk angka kerugian materinya.

"Nanti masuk tahap transisi darurat untuk pemulihan, bisa makan waktu 1-2 minggu," katanya.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah melalui BPBDnya masing-masing sedang melakukan pendataan kerusakan untuk selanjutnya diverifikasi data kerusakan tersebut.

"Didata dan diverifikasi pemukiman, fasilitas umum, sosial dan infrastruktur," katanya.

Ia menegaskan, BNPB maupun daerah tidak dapat secara cepat mengumumkan jumlah kerusakan, juga nilai kerugian materi dampak dari kerusakan tersebut.

"Tidak dapat secara cepat nominal estimasi kerugian," katanya.

Sebelumnya, gempa berkuatan 6,9 skala richter yang berlokasi di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya itu telah mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Cianjur dan sejumlah darah lain di Jawa Tengah.

Gempa tersebut sempat diumumkan oleh BMKG terjadi peringatan dini potensi tsunami sehingga warga yang tinggal di pesisir pantai selatan Jabar mengungsi ke dataran tinggi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon