Bersatu dalam Musik, DWP 2017 Berjalan Tertib dan Meriah
Senin, 18 Desember 2017 | 10:35 WIB
Jakarta - Pagelaran musik elektronik terbesar di Ibu Kota, Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017, akhir pekan lalu menjadi perbincangan hangat publik belakangan ini. Banyak pihak yang mengatakan bahwa, pagelaran musik ini tidak layak diselenggarakan, karena dengan banyaknya budaya luar yang masuk, hal itu bisa mengikis nilai moral serta budaya penerus bangsa.
Untuk menghindari berbagai kegiatan negatif seperti pesta narkoba ataupun pesta seks, pengawasan pun nyatanya berjalan dengan cukup ketat. Sebelum memasuki area, pengunjung diperiksa terlebih dahulu, dengan beberapa tahapan. Di antaranya, pengecekkan gelang sebagai tiket masuk, membedah isi tas, dan juga pemeriksaan scan tubuh yang kemudian dicek kembali oleh petugas sesuai jenis kelamin.
Tak lupa, aparat keamanan pun turut menjaga pagelaran musik ini dengan ketat, agar bisa berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. DWP 2017 pun juga lebih ketat dalam aturan penjualan minuman beralkohol. Ada selebaran yang bertuliskan bahwa penyelenggara hanya mengizinkan penjualan minuman beralkohol pada mereka yang mendapat gelang 21 plus.
Selain itu, penjualan minuman beralkohol juga baru boleh dilakukan di atas pukul 21.00 WIB. Ada juga ketentuan yang bertuliskan bahwa panitia berhak menolak menjual minuman beralkohol kepada pengunjung yang dinilai tampak berkelakuan tidak wajar.
Mendengar keluh kesah dan kritik dari berbagai belah pihak, nyatanya DWP pun tak tinggal diam. Tahun ini DWP membuktikan bahwa, tidak hanya menghadirkan disjoki (Dj), rapper, ataupun musisi hip-hop berkelas internasional saja. Tetapi, kebudayaan dan kesenian Indonesia pun turut eksis dalam pagelaran ini.
Ya, selama dua hari berturut-turut, DWP menghadirkan seni tari tradisi Indonesia. Empat penari diturunkan langsung untuk menari mengikuti alunan musik, di atas panggung Garudaland yang megah.
Salah satu penari dari International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF), Raras mengatakan bahwa, pada hari pertama mereka menyambut semua penonton di DWP 2017 bersama Dj asal Bali, Adhe Bechtiar dengan tarian Bubukan dari Jawa Barat. Kemudian pada hari kedua, lagu kreasi tradisi Ginjring Party yang berkolaborasi dengan Andre Dunant pun berhasil membuat pengunjung DWP merasa kagum.
"Kita bangga. Ini pertama kalinya pagelaran musik terbesar seperti DWP mengundang kami untuk mewakili kebinekaan dan juga kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia," ungkapnya saat ditemui sebelum naik ke panggung utama, Garudaland Stage, Sabtu (16/12).
Apresiasi penonton ternyata cukup besar. Terlebih ketika empat penari ini berlenggak-lenggok dengan lincah di atas panggung berbentuk burung Garuda yang megah itu, walau sebentar. Instalasi panggung utama ini pun dibuat dengan tujuan yang sama. Yaitu, penghormatan bagi Indonesia yang penuh keragaman dan berideologikan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ini unik, belum ada yang pernah melakukan seperti ini. Kami pun terkejut dengan hadirnya para penari di tengah acara ini. Kami pun jadi tahu, Indonesia memiliki tarian yang cantik," kata salah satu pengunjung dari Philipina, Jessica.
Di lain sisi, panggung Elrow tak mau kalah. Dengan konsep festival yang penuh warna, Elrow menghadirkan sosok ikonik dari budaya Betawi, Ondel-Ondel. Di tengah musik yang berdendang, secara diam-diam tiga pasang Ondel-Ondel dan pasukan badut lainnya, memasuki kepadatan lantai dansa. Seperti berada di pesta rakyat, mereka pun ikut menari bersama ratusan penonton lainnya, berdendang selama 45 menit dengan alunan musik elektronik dari Indonesia, Fun On a Weekend (FOAW).
Kemudian di panggung terakhir, Live Etc juga kali pertama menghadirkan penyanyi hip-hop asal Indonesia yang telah mendunia. Remaja berusia 18 tahun ini bernama, Brian Imanuel atau yang dikenal dengan nama panggung Rich Chigga. Siapa sangka? Pesonanya mampu menyedot perhatian pengunjung DWP.
Sebelum penampilan Rich Chigga dimulai, para penonton dihibur terlebih dulu oleh tiga rapper Asia dari 88Rising. Rapper yang juga dikenal sebagai Youtuber, Joji, memulai parade rapper Asia tersebut. Lalu dilanjutkan panampilan grup rapper asal Tiongkok, Higher Brothers. Kemudian, rapper asal Korea Selatan Dongheon Lee alias Keith Ape mengantarkan penonton untuk menyambut kepulangan Rich Chigga, yang sedang mengadakan road tour di negeri Paman Sam.
Satu kalimat yang dikeluarkan Keith Ape kemudian membuat ruangan Live Etc dipenuhi ribuan orang. "Berteriaklah untuk Rich Chigga!," ungkapnya. Ya, mendengar nama Rich Chigga rupanya banyak sekali orang yang menunggu momen tersebut. Selama penampilannya, ribuan penonton terus bergoyang dan melompat-lompat. Meski sangat sesak, tetapi para penonton sangat menikmati.
Kemeja Batik
Selanjutnya, DJ bernama asli Robbert van de Corput tersebut menjadi penampil pemungkas DWP 2017 di panggung utama pada pukul 02.35 WIB. Yang mengejutkan, Hardwell tampil di atas panggung utama mengenakan batik dan topi hitam. Tentu, hal ini menjadi daya tarik tersendiri, di mana DJ yang pernah dinobatkan sebagai DJ Nomor 1 Dunia versi DJ Mag pada 2013 dan 2014 itu turut mengenalkan pakaian khas Indonesia, di depan lautan penonton dari seluruh penjuru dunia.
Tak berlama-lama, Hardwell langsung membakar kembali semangat pesta para penonton yang baru saja beristirahat usai menyaksikan penampilan Steve Aoki, yang sempat meremix lagu Titanic. Lewat lagu pertamanya, Crazy Frog, Hardwell lansgung membuat para penonton melompat mengikuti dentuman musik EDM ala dirinya. Tanah pun bergetar kencang, seakan ikut berdendang.
Iringan lampu latar Garudaland yang megah dan letusan kembang api yang indah membuat puncak acara ini semakin spektakuler. Tak lupa, banyak pula penonton yang mengibarkan bendera asalnya di saat itu. Keberagaman tercipta sungguh indah. Siapa sangka? Lewat festival electronic dance music (EDM), warga dari berbagai penjuru dunia dapat bersatu padu berbagi cinta dalam pesta musik yang berlangsung begitu meriah dan damai.
Begitupula dengan pengunjung Indonesia. Sangat beragam pengunjung yang datang, tak jarang pula banyak wanita yang mengenakan hijab, dan orangtua dengan menggunakan batik ikut berdendang bersama selama pesta musik. Semua bisa menikmati dengan aman, lancar, dan meriah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




