Penerbangan Militer di Adisutjipto Diliburkan Selama Natal dan Tahun Baru

Selasa, 19 Desember 2017 | 11:47 WIB
FE
AB
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: AB
Penumpang di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.
Penumpang di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (ID/Edo Rusyanto)

Yogyakarta - Pengguna transportasi udara selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Bandara Adisutjipto Yogyakarta diprediksi meningkat. Karena itu, otoritas bandara meliburkan penerbangan militer agar bisa menambah jadwal penerbangan komersial.

General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, di Yogyakarta, Senin (18/12), mengatakan penumpang angkutan udara diprediksi akan mencapai 24.000 saat libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Dia memperkirakan puncak kedatangan penumpang terjadi pada Rabu (20/12) dan akan menurun mulai Selasa (2/1). 

"Saya kira tahun ini (penumpang, Red) akan lebih banyak. Jam operasi juga sudah ditambah sampai jam 12 malam. Kita juga siap apabila terjadi delay dan sebagainya. Kenaikan penumpang sekitar 4-6 persen," ujarnya.

Selama Natal-Tahun Baru terdapat lima penerbangan sesuai permintaan maskapai dan juga tidak adanya aktivitas penerbangan militer mulai 23 Desember 2017. Sriwijaya Air menambah tiga rute, yakni ke Lampung, Pontianak dan Makassar, dan Lion Air dan Air Asia ke Jakarta.

Untuk mengantisipasi menumpuknya penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara, pihaknyaI akan menyiapkan tempat tunggu tambahan.

Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama, Novyan Samyoga mengatakan aktivitas terakhir penerbangan militer pada Jumat, 22 Desember 2017.

"Militer terakhir terbang 22 Desember, sekolah penerbang dan sebagainya. Kepadatan lalu lintas udara bisa dikurangi dan bisa dimanfaatkan untuk extra flight, untuk mendukung aktivitas penerbangan, dan bisa terdukung dengan baik, tanpa adanya kegiatan militery flight," ujarnya. 

Di tempat terpisah, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri mengatakan pengamanan tempat-tempat ibadah dan sejumlah destinasi wisata menjadi fokus utama jajaran Polda DIY menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Kepolisian juga menggandeng unsur masyarakat dalam pengamanan tersebut. "Selain petugas, akan dilibatkan juga unsur masyarakat dalam penjagaan tempat peribadatan, terutama gereja. Di situ kan ada pemuda gereja, Banser, hingga Kokam. Ini sekaligus menunjukkan kebinekaan dan toleransi kita sesama warga negara," ucapnya.

Pihaknya menyiagakan sekitar 1.700 personel. Namun, dia memastikan akan ada penambahan personel, mengingat petugas yang berjaga di markas tetap siap siaga untuk dikerahkan jika dibutuhkan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon