Ini Prediksi Hendropriyono soal Capres-Cawapres 2019
Jumat, 29 Desember 2017 | 17:29 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono meramalkan bahwa calon presiden dan wakil presiden 2011 merupakan perpaduan tokoh muda yang berwawasan nasionalis dan agama serta menguasai bidang ekonomi-bisnis.
"Presiden dan Wakil Presiden yang akan datang merupakan pilihan dari rakyat yang berwawasan nasionalis, agama dan ekonomi-bisnis atau Nasaeb," ujar Hendropriyono saat pemaparan terkait "Perkembangan Keadaan Stratejik dan Kemungkinan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih di Pilpres 2019" di Gedung Wijayakusuma, Jalan Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (29/12).
Acara ini dihadiri juga oleh Ketua Umum PAN Zulfikli Hasan, Ketua Umum Hanura Oesman Sapto Odang, Ketua ICMI Jimly Ashiddiqie dan Staf Khusus Presiden Jokowi Gories Mere.
PKPI, kata Hendropriyono, memperkirakan presiden mendatang adalah adalah seorang muda, dari kalangan sipil yang dinilai publik sebagai seorang nasionalis-moderat. Capres ini, menurut dia sarat dengan pengalaman dan keberhasilan dalam memimpin masyarakat dari tataran demi tataran.
"Dari dirinya itu diharapkan oleh masyarakat pemilih, untuk membawa Republik Indonesia dengan piawai, dalam administrasi publik yang bersifat makro. Elektabilitasnya akan datang pada 2019 dari antara partai-partai berbasis nasionalisme," tutur dia.
Sementara Wakil Presiden adalah seorang muda, dari kalangan sipil yang dinilai publik sebagai internasionalis. Cawapres ini, kata dia, sarat dengan pengalaman dan keberhasilan di bidang ekonomi perdagangan.
"Dari dirinya diharapkan oleh masyarakat pemilih, untuk membawa Republik Indonesia dalam kebijakan mikro atau sektor riil ekonomi dan bisnis. Elektabilitasnya akan datang pada 2019 dari antara partai-partai Islam," tandas dia.
PKPI yakin perpaduan antara nasionalis, agama dan ekonomi-bisnis atau Nasaeb akan menang di Pilpres 2019 jika proses demokrasinya berlangsung normal. Namun, kata dia, perpaduan tersebut akan kalah jika terjadi demokrasi anarkis atau pengambilalihan kekuasaan politik dengan paksa.
"Artinya jika terjadi demokrasi jalanan yang mempolitisir ras dan agama atau jika terjadi kudeta militer, maka perkiraan capres-cawapres berwawasan Nasaeb terpilih, gugur atau batal dengan sendirinya," tandas dia.
Hendropriyono menyebutkan nama calon presiden yang memenuhi kriteria ramalannya adalah Presiden Joko Widodo. Apalagi, PKPI sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk capres 2019. Sementara nama calon wakil presiden yang disebut Hendropriyono adalah tokoh-tokoh muda, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Chairul Tandjung, dan Erick Tohir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




