Gus Ipul: Pilgub Jatim Jadi Seru Lagi Nih

Jumat, 5 Januari 2018 | 21:11 WIB
YP
WP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WBP
 Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah resmi mengusung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (keempat dari kiri) dan Abdullah Azwar Anas (kelima dari kiri) untuk Pilgub Jatim
Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah resmi mengusung Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (keempat dari kiri) dan Abdullah Azwar Anas (kelima dari kiri) untuk Pilgub Jatim (Beritasatu.com/Yustinus Paat)

Jakarta - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim kembali ramai dengan munculnya isu pengunduran diri calon wakilnya Abdullah Azwar Anas. Menurut Gus Ipul, isu tersebut telah berdampak pada pencalonan keduanya, yang tak lama lagi mendaftar ke KPU.

"Jawa Timur jadi seru lagi nih," ujar Gus Ipul di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Jumat (5/1).

Gus Ipul yang diusung PKB mengaku masih menunggu keputusan PDIP terkait calon wakil gubernur Jatim, apakah tetap mempertahankan Azwar Anas atau menggantikan dengan yang lain. Gus Ipul menilai cawagub Jatim merupakan hak dan kewenangan PDIP. "Nanti seperti apa kita tunggu keputusan PDIP. Setelah itu, kita sama-sama mendiskusikan kalau toh harus cari calon wagub yang baru, ya kita harus lakukan pengkajian, kira-kira sejalan enggak dengan rencana," tandas dia.

Dia sudah melakukan komunikasi informal dengan PDIP. Namun, dia tidak mau berspekulasi terkait cawagub yang diusung PDIP. "Saya belum berani berspekulasi, waktu tinggal dua atau tiga hari, tinggal tunggu misalnya siapa pengganti Anas nanti. Tetapi pengganti ini harus bisa diterima oleh semua pihak terutama yang selama ini telah bersama-sama ikut berjuang," tandas dia.

Gus Ipul mengatakan siap akan dipasangkan dengan siapa saja. Namun, dia berharap cawagubnya dikaji secara mendalam. "Kita akan lakukan pengkajian, kira-kira sejalan nggak dengan kita. Situasi yang seperti ini masih ada waktu, ya sepertinya yang ideal, kalau kita bicara ideal," tandas dia.

Risma?
Gus Ipul mengakui tidak mau mendahului apa yang diputuskan PDIP termasuk spekulasi PDIP mengusung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Menurut dia, dirinya bisa dipasangkan dengan siapa saja, asalkan pendampingnya mempunyai elektabilitas dan popularitas tinggi. "Saya kira dengan situasi seperti ini, kita siap dipasangkan siapa pun," ungkap dia.

Dia mengatakan pendampingnya harus orang yang mempunyai elektabilitas dan popularitas tinggi supaya bisa saling memperkuat dan bersinergi. "Kita akan senang, akan gembira kalau muncul wakil gubernur yang punya elektabilitas, popularitas, bisa bersinergi, apalagi saling memperkuat. Ini kan keadaannya sudah mepet sekali," jelas dia.

Soal PDIP bakal menggantikan Azwar Anas atau tidak, Gus Ipul mengatakan, akan diambil paling lambat besok. Setelah ada keputusan PDIP, mereka akan kembali bertemu untuk memutuskan langkah selanjutnya sebelum pendaftaran ke KPU.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon