Regenerasi Pegolf Indonesia Dinilai Lambat
Rabu, 9 Mei 2012 | 18:01 WIB
PGA Indonesia pun berharap turnamen-turnamen golf lokal diperbanyak frekuensinya dalam setahun.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) induk olahraga golf profesional PGA Indonesia, Agus Triyono, menilai bahwa regenerasi pegolf Indonesia lambat, karena masih kurangnya pegolf amatir yang bisa menggantikan generasi pegolf profesional Indonesia.
"Pemain amatir kita belum begitu siap, dan diperlukan pembinaan yang panjang. Generasi pegolf baru belum bisa menggantikan generasi yang lama," kata Agus Triyono, Sekjen PGA Indonesia, organisasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Persatuan Golf Profesional Indonesia (PGPI), di Jakarta, Rabu (9/5).
Menurut Agus, penyebab dari lambatnya regenerasi pegolf Indonesia adalah masalah pembinaan dan kurangnya turnamen golf lokal. Pembinaan pegolf amatir Indonesia yang berada di bawah naungan Persatuan Golf Indonesia (PGI), khususnya difokuskan kepada pencapaian prestasi di ajang olahraga seperti PON dan SEA Games.
"Sedangkan jumlah pegolf amatir yang beralih menjadi pegolf profesional masih sedikit," ungkap Agus lagi, di sela-sela pembukaan Camry Invitational Golf Tournament 2012.
Agus mengatakan bahwa jumlah pegolf profesional yang tercatat di PGA Indonesia saat ini sekitar 500 orang. Sejumlah 120 di antaranya merupakan touring professional, atau pegolf yang masih aktif berlaga di turnamen-turnamen, baik lokal maupun internasional. Sedangkan sisanya, kata Agus, merupakan teaching professional, atau pegolf profesional yang sudah tak lagi aktif bertanding di turnamen melainkan menjadi pelatih atau pengajar golf.
Agus pun mengatakan, diadakannya turnamen-turnamen golf profesional akan bisa meningkatkan prestasi para pegolf amatir, sehingga nantinya diharapkan mereka bisa diarahkan untuk menjadi pegolf profesional. Oleh karena itu, PGA Indonesia pun berharap turnamen-turnamen golf lokal diperbanyak frekuensinya dalam setahun, sehingga bisa kian mengasah kemampuan para pegolf amatir Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) induk olahraga golf profesional PGA Indonesia, Agus Triyono, menilai bahwa regenerasi pegolf Indonesia lambat, karena masih kurangnya pegolf amatir yang bisa menggantikan generasi pegolf profesional Indonesia.
"Pemain amatir kita belum begitu siap, dan diperlukan pembinaan yang panjang. Generasi pegolf baru belum bisa menggantikan generasi yang lama," kata Agus Triyono, Sekjen PGA Indonesia, organisasi yang sebelumnya dikenal dengan nama Persatuan Golf Profesional Indonesia (PGPI), di Jakarta, Rabu (9/5).
Menurut Agus, penyebab dari lambatnya regenerasi pegolf Indonesia adalah masalah pembinaan dan kurangnya turnamen golf lokal. Pembinaan pegolf amatir Indonesia yang berada di bawah naungan Persatuan Golf Indonesia (PGI), khususnya difokuskan kepada pencapaian prestasi di ajang olahraga seperti PON dan SEA Games.
"Sedangkan jumlah pegolf amatir yang beralih menjadi pegolf profesional masih sedikit," ungkap Agus lagi, di sela-sela pembukaan Camry Invitational Golf Tournament 2012.
Agus mengatakan bahwa jumlah pegolf profesional yang tercatat di PGA Indonesia saat ini sekitar 500 orang. Sejumlah 120 di antaranya merupakan touring professional, atau pegolf yang masih aktif berlaga di turnamen-turnamen, baik lokal maupun internasional. Sedangkan sisanya, kata Agus, merupakan teaching professional, atau pegolf profesional yang sudah tak lagi aktif bertanding di turnamen melainkan menjadi pelatih atau pengajar golf.
Agus pun mengatakan, diadakannya turnamen-turnamen golf profesional akan bisa meningkatkan prestasi para pegolf amatir, sehingga nantinya diharapkan mereka bisa diarahkan untuk menjadi pegolf profesional. Oleh karena itu, PGA Indonesia pun berharap turnamen-turnamen golf lokal diperbanyak frekuensinya dalam setahun, sehingga bisa kian mengasah kemampuan para pegolf amatir Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




