Mezanin BEI Ambruk, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Selasa, 16 Januari 2018 | 13:35 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Petugas berjaga di belakang garis polisi, saat dilakukan proses evakuasi usai peristiwa ambruknya selasar di gedung II Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 15 Desember 2018.
Petugas berjaga di belakang garis polisi, saat dilakukan proses evakuasi usai peristiwa ambruknya selasar di gedung II Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 15 Desember 2018. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Polisi telah memeriksa 10 orang saksi terkait ambruknya mezanin di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri masih menganalisis penyebab runtuhnya bangunan itu, hingga menyebabkan 73 orang terluka.

"Penyidik sudah memeriksa 10 saksi, terdiri dari mahasiswi, sekuriti, dan pegawai. Ada resepsionis di bawah situ dan ada pegawai yang melihat, ada 10 orang yang sudah diperiksa. Ini masih panjang, kami akan memeriksa beberapa saksi-saksi lain, terutama yang mengetahui dan melihat patahnya selasar (mezanin) itu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/1).

Dikatakan, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri masih menganalisis penyebab ambruknya bangunan itu.

"Jadi Labfor masih bekerja, belum selesai. Kita masih menunggu ahli, nanti ahli yang menyampaikan. Nanti kami berdasarkan ahli Labfor. Ini masih bekerja kita tunggu saja," ungkapnya.

Ia menyampaikan, Tim Labfor melakukan analisis terkait kenapa bangunan itu bisa ambruk, bahannya terbuat dari apa, sudah berapa lama gedung itu, dan akan memeriksa data-data serta puing-puing yang ada di lokasi.

"Ya nanti akan kita lihat bagaimana regulasinya (periksa kontraktor). Itu kan sudah 25 tahun, selama itu perawatannya seperti apa, apakah masih dibebankan kepada kontraktor. Kontraktor misalnya ada pembangunan kan pasti ada perawatannya berapa tahun," katanya.

Argo menuturkan, saat ini polisi menutup sekitar lokasi untuk mempermudah kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Untuk sementara, supaya kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Mungkin bagian yang olah TKP saja," jelasnya.

Menyoal ada kabar seorang sekuriti yang meninggal dunia, Argo mengatakan, belum mendapatkan informasi itu. "Belum ada informasi itu ya," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon