Kemnaker Selidiki Kasus Perdagangan Orang di Pondok Kopi
Jumat, 19 Januari 2018 | 17:44 WIB
Jakarta - Tim Kementerian Ketenagakerjaan yang terdiri dari Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri dan Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja terus menyelidiki kemungkinan adanya unsur tindak pidana perdagangan orang pada kasus rencana pengiriman TKI ilegal di Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Tim gabungan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Bareskrim Mabes Polri menggrebek penampungan 100 calon TKI (sebelumnya disebut 98 orang) di Balai Latihan Kerja Luar Negeri Restu Putri Indonesia di Jalan Robusta Raya Blok Q7/8 Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (18/1) malam.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari hasil pemeriksaan, 81 orang mengaku akan dipekerjakan sebagi pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Sedangkan 19 lainnya akan dikirim ke Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hong Kong. Berdasarkan temuan lapangan, ada indikasi kuat unsur tindak pidana perdagangan orang.
Kasubdit Perlindungan TKI Kemnaker, Yuli Adiratna mengatakan, saat ini tim gabungan terus mengintensifkan pemeriksaan kepada calon TKI, pihak Balai Latihan Kerja serta pihak lain yang terkait.
"Ada indikasi (TKI) itu adalah non prosedural. Kita mau dalemin lagi yang non-prosedural berapa tetapi yang untuk Timur Tengah kita bisa pastikan kalau itu non-prosedural," ujar Yuli.
Meski demikian, tim mengalami kesulitan mendapatkan bukti kuat seperti tiket, visa, paspor para korban. Barang-barang tersebut dibawa oleh pihak agen yang akan memberangkatkan mereka.
"Pengakuan korban yang akan dikirim ke Arab Saudi harus kita kuatkan dengan bukti. Kami akan terus mencari barang bukti, termasuk meminta keterangan kepada sejumlan perusahaan penyalur yang disebut oleh para korban," kata Yuli.
Tindakan para penyalur yang menahan paspor, tiket dan visa, serta tidak adanya perwakilan penyalur mendampingi para calon TKI, menurut Yuli, merupakan modus yang biasa dipakai oleh pelaku pengiriman TKI illegal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




