Sarana Jaya Pastikan Lahan DP Rp 0 Bukan Lahan Pondok Kelapa Village
Sabtu, 20 Januari 2018 | 14:07 WIB
Jakarta – Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, membantah kabar yang beredar lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan down payment (DP/uang muka) nol rupiah merupakan lahan mangkrak untuk pembangunan Pondok Kelapa Village.
Diungkapkan Yoory, memang lahan untuk pembangunan rusunami DP nol rupiah berada di satu lokasi dengan lahan untuk pembangunan Pondok Kelapa Village. Yaitu sama-sama di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kepada Beritasatu.com, Yoory pun memberikan peta lahan Pondok Kelapa. Di peta tersebut tertera gambar lahan dengan warga merah dan hijau. Di atas peta lahan berwarna merah tertulis angka satu romawi dan di peta lahan berwarna hijau tertulis angka romawi II plus III.

Selanjutnya, tertulis peta berwarna merah memiliki luas 15.581 meter persegi atau sekitar 1,5 hektar. Lahan tersebut dikelola oleh PT GUT dan PT RCP. Sedangkan peta lahan berwarna hijau memiliki luas 14.000 meter persegi atau sekitar 1,4 hektar. Diatas lahan ini direncanakan pengembangan apartemen terjangkau DP nol rupiah.
"Lahan mangkrak yang dikembangkan PT GUT dan PT RCP itu adalah yang berwarna merah. Sementara yang berwarna hijau adalah lahan yang dikelola oleh PD PSJ dan Totalindo untuk Hunian DP nol rupiah," kata Yoory saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (20/1).
Ketika dikonfirmasi, apalah peta lahan berwarna merah itu merupakan lahan untuk pembangunan Pondok Kelapa Village, Yoory membenarkan hal itu. "Iya," ujarnya.
Kendati demikian, Yoory mengakui pihaknya terlibat dalam pembangunan Pondok Kelapa Village. Hanya saja, pihaknya hanya menyiapkan lahan saja. Sementara PT GUT dan PT RCP yang berkewajiban membangun. Tetapi hingga saat ini, apartemen tersebut belum juga dibangun oleh kedua pengembang tersebut.
"Kita hanya menyiapkan lahannya saja, mereka yang berkewajiban membangun. Tetapi belum dibangun juga. Sedangkan untuk hunian DP nol rupiah, kita kerjakan bersama Totalindo," terangnya.
Sebelumnya, telah beredar cuitan warganet di media sosial yang mengatakan lahan untuk pembangunan DP nol rupiah merupakan lahan mangkrak yang seharusnya dibangun Apartemen Pondok Kelapa Village.
Menurut warganet bernama Luki Febriyanti, dalam cuitannya, sejak tahun 2015 rencana pembangunan Apartemen Pondok Kelapa Village telah ada. Orangtuanya tertarik membeli, dan hingga awal 2017, orangtuanya telah membayar cicilan pembelian hampir 50 persen. Namun, tanda-tanda apartemen itu akan dibangun tidak kelihatan sama sekali.
Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan uang kembali, bahkan sampai mengumpulkan pembeli hunian Pondok Kelapa Village yang bernasib sama untuk menuntut uang mereka kembali. Namun, tidak mendapatkan hasil. Malah dijanjikan pada Januari 2018 akan ada kejelasan pembangunan apartemen tersebut. Ternyata, janji kejelasan itu adalah pembangunan hunian DP nol rupiah, menurut Luki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




