Konstruksi LRT di Jaktim Roboh, Ini Kata Sandiaga

Senin, 22 Januari 2018 | 10:04 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Proyek pengerjaan proyel LRT  Jakarta Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome), di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 19 September 2017. Sejak pencanangan pemasangan Box Girder perdana pada 29 Mei 2017 lalu baru se­panjang 400 meter jalur layang LRT. Progres pekerjaan konstruksi fisik LRT Jakarta Koridor I Fase I ini sudah mencapai 29,8 persen melebihi target.
Proyek pengerjaan proyel LRT Jakarta Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome), di Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 19 September 2017. Sejak pencanangan pemasangan Box Girder perdana pada 29 Mei 2017 lalu baru se­panjang 400 meter jalur layang LRT. Progres pekerjaan konstruksi fisik LRT Jakarta Koridor I Fase I ini sudah mencapai 29,8 persen melebihi target. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan rasa keprihatinannya atas robohnya konstruksi kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Kayu Putih, Jakarta Timur pada Senin dinihari (22/1) sekitar pukul 00.20 WIB. Akibat insiden itu, lima orang terluka karena tertimpa reruntuhan.

"Saya prihatin dan berduka cita terutama bila ada korban pekerja proyek tersebut," kata pria yang akrab disapa Sandi ini di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1).

Dia mengatakan, direksi Jakpro selaku pelaksana proyek pernah bilang bahwa pembangunan LRT molor. "Dan pas minggu lalu hari Rabu atau Kamis saya pesan ke pak Satya (Direktur Jakpro), dia katakan kita mulai ketinggalan dari realisasi sama rencana," kata Sandiaga.

Dia mengatakan, keterlambatan penyelesaian proyek LRT tersebut akibat cuaca. Adapun targetnya bisa beroperasi bulan Juli jelang Asian Games. "Target Juli harus realisasi Asian Games, pak Satya bilang kalau mereka akan mengejar dengan shift yang ditambah orang dan kita sama-sama khawatir masalah keselamatan kerjanya," kata Sandiaga.

Dengan beban dan target kerja itu, kata Sandi, bisa saja ada prosedur yang terlupakan demi efisiensi waktu. "Jadi saya belum dapat laporan tersebut, tadi sahur belum ada. Nanti saya akan langsung minta laporan lengkap," kata Sandiaga.

Berdasarkan data, korban insiden tersebut adalah Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22) dan Jamal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon