Percepat Identifikasi Korban Sukhoi, Polri Promosi Kartu Inafis
Kamis, 10 Mei 2012 | 17:30 WIB
Saud menjelaskan karena kartu Inafis tidak jadi diberlakukan, maka data sidik jari masih tersimpan manual.
Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) menyatakan jika kartu Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) yang menjadi kontroversi dan dihentikan sementara itu, akan bermanfaat untuk mempercepat identifikasi korban tewas. Juga termasuk dalam peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi.
"Untuk pengambilan sampel (DNA) dilakukan tim kita di terminal kedatangan Halim Perdanakusumah. Sampel (ante mortem) diambil dari keluarga kandung korban nanti akan kita cocokan dengan post mortem (dari korban). Juga dengan kartu sidik jari. Ini gunanya (kartu) Inafis itu," kata Kadiv Humas Polri, Saud Usman Nasution, mempromosikan sistem tersebut, di Mabes Polri, Kamis, (10/5).
Saud menjelaskan karena kartu Inafis tidak jadi diberlakukan, maka data sidik jari masih tersimpan manual. Itupun jika korban pernah mengurus SIM atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian. "Masih di (kartu) AK-23 yang dulu (secara manual)," tambah Saud.
Selain dengan metode sidik jari dan uji tes DNA, Saud menambahkan, identifikasi juga akan dilakukan melalui proses ontodologi forensik (gigi geligi).
"Jika ada foto yang terlihat giginya atau ada riwayat catatan rawat gigi itu akan bagus lagi. Juga pakaian dan perlengkapan yang dipakai seperti jam dan cincin itu akan membantu," tutur Saud.
Dijelaskan Saur, proses identifikasi melalui proses tes DNA, ontodologi, dan sidik jari dilakukan jika kondisi mayat sudah tidak bisa dikenali melalui proses pengenalan visual. Namun, hingga kini, Saud belum mengetahui bagaimana kondisi korban.
"Ini persiapan jika ada korban yang meninggal dunia maka harus diidentifikasi dulu agar jelas siapa si korban sebelum diserahkan ke keluarga," tandas Saud.
Sedangkan untuk orang asing, polisi akan bekerjasama dengan Kedubes mereka di Jakarta. Sementara penyelidikan jatuhnya pesawat tetap akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini 1.500 anggota Polri yang diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan identifikasi.
Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) menyatakan jika kartu Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) yang menjadi kontroversi dan dihentikan sementara itu, akan bermanfaat untuk mempercepat identifikasi korban tewas. Juga termasuk dalam peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi.
"Untuk pengambilan sampel (DNA) dilakukan tim kita di terminal kedatangan Halim Perdanakusumah. Sampel (ante mortem) diambil dari keluarga kandung korban nanti akan kita cocokan dengan post mortem (dari korban). Juga dengan kartu sidik jari. Ini gunanya (kartu) Inafis itu," kata Kadiv Humas Polri, Saud Usman Nasution, mempromosikan sistem tersebut, di Mabes Polri, Kamis, (10/5).
Saud menjelaskan karena kartu Inafis tidak jadi diberlakukan, maka data sidik jari masih tersimpan manual. Itupun jika korban pernah mengurus SIM atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian. "Masih di (kartu) AK-23 yang dulu (secara manual)," tambah Saud.
Selain dengan metode sidik jari dan uji tes DNA, Saud menambahkan, identifikasi juga akan dilakukan melalui proses ontodologi forensik (gigi geligi).
"Jika ada foto yang terlihat giginya atau ada riwayat catatan rawat gigi itu akan bagus lagi. Juga pakaian dan perlengkapan yang dipakai seperti jam dan cincin itu akan membantu," tutur Saud.
Dijelaskan Saur, proses identifikasi melalui proses tes DNA, ontodologi, dan sidik jari dilakukan jika kondisi mayat sudah tidak bisa dikenali melalui proses pengenalan visual. Namun, hingga kini, Saud belum mengetahui bagaimana kondisi korban.
"Ini persiapan jika ada korban yang meninggal dunia maka harus diidentifikasi dulu agar jelas siapa si korban sebelum diserahkan ke keluarga," tandas Saud.
Sedangkan untuk orang asing, polisi akan bekerjasama dengan Kedubes mereka di Jakarta. Sementara penyelidikan jatuhnya pesawat tetap akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini 1.500 anggota Polri yang diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan identifikasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




