Sandiaga Angkat Bicara soal Tanah Mangkrak di Hunian DP Nol Rupiah
Senin, 22 Januari 2018 | 10:42 WIB
Jakarta- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pembangunan rumah susun milik (rusunami) dengan uang muka (down payment/DP) nol rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur bukan di atas lahan macet/mangkrak. Lahan hunian nol rupiah sudah tidak ada masalah.
"Lahan yang akan dibangun untuk DP nol rupiah sudah clean and clear, sekali lagi saya katakan sudah clean and clear," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1)
Sebelumnya seorang warga bernama Luki Febriyanti di media sosial meminta kejelasan atas cicilan rumah yang telah dibayarnya sejak 2015 di Pondok Kelapa Village yang mangkrak berdekatan dengan hunian yang peletakan batu pertama DP nol rupiah.
Sandiaga menjelaskan, tanah hunian DP nol rupiah di Pondok Kelapa milik PD Pembangunan Sarana Jaya seluas total hampir tiga hektare. Dari total lahan itu, seluas 1,5 hektare digarap pemerintah sebelumnya melalui skema kerja sama, sehingga ada sisa sekitar 1,4 hektare yang belum dikerjasamakan. "Itu lahan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) bagian dari kerja sama yang belum terealisasi, dan belum masuk dalam temuan WTP (wajar tanpa pengecualian)," kata
Adapun hunian DP nol rupiah berada di atas lahan 1,4 hektare yang belum dikerjasamakan. "Yang dikerjasamakan dengan pengembang lain itu terkendala pembangunannya dan sudah banyak warga masyarakat yang pernah memesan dan mencicil," katanya.
Mengenai lahan mangkrak untuk pembangunan Apartemen Pondok Kelapa Village, Sandiaga mengakui sangat prihatin hal itu bisa terjadi. Apalagi, pengembang sudah menerima uang muka dari para pembeli hunian tersebut. Untuk itu, Sandiaga berniat menyelesaikan permasalahan yang ada mengingat, lahan mangkrak tersebut milik PD Pembangunan Sarana Jaya.
"Jadi kita sampaikan, pemerintah akan hadir. Kita akan dorong PD Pembangunan Sarana Jaya untuk memfasilitasi konsep buy out. Lahan seluas 1,5 hektare itu akan kita ambil alih, kita kelola dan akan kita bangun lagi perumahan untuk warga dengan harga terjangkau," jelasnya.
Sandiaga juga menyampaikan bahwa semua pihak tidak usah saling menyalahkan, karena hal itu akan membuat perpecahan.
Seperti diberitakan, kepada Beritasatu.com, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan membantah kabar soal lahan untuk pembangunan hunian nol rupiah merupakan lahan mangkrak untuk pembangunan Pondok Kelapa Village.
Diungkapkan Yoory, memang lahan untuk pembangunan rusunami DP nol rupiah berada di satu lokasi dengan lahan untuk pembangunan Pondok Kelapa Village, yaitu sama-sama di Jalan Haji Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dalam peta lahan Pondok Kelapa, tertera gambar lahan dengan warga merah dan hijau. Di atas peta lahan berwarna merah tertulis angka satu romawi dan di peta lahan berwarna hijau tertulis angka romawi II plus III.
Selanjutnya, tertulis peta berwarna merah memiliki luas 15.581 meter persegi atau sekitar 1,5 hektare. Lahan tersebut dikelola oleh PT GUT dan PT RCP. Sedangkan peta lahan berwarna hijau memiliki luas 14.000 meter persegi atau sekitar 1,4 hektare. Di atas lahan ini direncanakan pengembangan apartemen terjangkau DP nol rupiah.
Diketahui, hunian DP nol rupiah adalah salah satu janji dalam kampanye Gubernur Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Pada 18 Januari 2018, Pemprov DKI mewujudkan janji itu dengan melakukan peletakan batu pertama. Hunian tersebut ada 20 lantai sebanyak 703 unit. Perinciannya, 513 unit untuk tipe 36 dan 190 unit tipe 21. Rumah-rumah ini nantinya akan diberikan kepada warga yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan. Untuk tipe 36 dibanderol Rp 320 juta, sedangkan untuk tipe 21 harganya Rp 185 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




