BMKG Peringatkan Gelombang Laut di Selat Bali

Selasa, 23 Januari 2018 | 21:15 WIB
IM
IC
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: CAH
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)

Denpasar - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang laut yang diperkirakan mencapai hingga tiga meter di perairan Selat Bali. Sedangkan hujan yang turun seharioan mengguyur Bali khususnya Denpaar dan Badung membuat ruas jalan di dfua kabupaten ini tergenang banjir.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar Taufik Gunawan menjelaskan perkiraan tinggi gelombang laut itu diprediksi hingga tiga hari mendatang, 23-25 Januari 2018.

"Selain di Selat Bali, pihaknya juga memperkirakan tinggi gelombang laut berkisar 0,75-3 meter terjadi di Selat Lombok, sedangkan di perairan utara Bali, Taufik menambahkan tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 0,5-2 meter," ujar Taufik di Denpasar, Selasa, (23/1).

Sementara itu untuk pergerakan angin, BMKG memperkirakan angin bertiup dari arah barat-barat laut dengan kecepatan berkisar antara 10-40 kilometer per jam. Menurut Taufik, kondisi tersebut disebabkan wilayah Bali telah memasuki musim hujan dengan puncak yang terjadi pada periode Januari-Februari.

Dia menambahkan massa udara basah masih terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga lapisan 200 milibar yang mendukung pembentukan awan hujan di Pulau Dewata. Selain itu adanya tekanan rendah di Samudera Hindia tepatnya di selatan Pulau Jawa yang memanjang hingga utara Australia mendukung pengumpulan massa udara basah di sekitar wilayah Bali hingga NTT.

"Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat khususnya nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk mewaspadai tinggi gelombang laut tersebut dan memperhatikan informasi dari BMKG," tambah Taufik.

Sekolah Diliburkan

Sejumlah sekolah di Kota Denpasar terpaksa diliburkan karena ruang sekolah dan akses menuju sekolah tersebut tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur Ibu Kota Provinsi Bali itu sejak Senin (22/1) sore hingga Selasa (23/1) pagi. "Hari ini (23/1), kami terpaksa meliburkan siswa, karena kondisi sekolah banjir dan kegiatan belajar mengajar juga tidak bisa berjalan dengan baik," kata Kepala Sekolah SMPN 6 Denpasar, Gusti Ayu Tirtawati.

Ia menjelaskan hampir seluruh ruang kelas yang ada di lantai bawah tergenang banjir dan bahkan beberapa alat peraga di ruang laboratorium siswa rusak karena jatuh dan tergenang banjir. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Denpasar untuk menyampaikan kondisi sekolah dan mengambil kebijakan libur sementara karena banjir.

Sementara itu banjir di Kabupaten Badung khususnya di Kuta, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Badung, Bali mengevakuasi sejumlah warga dan wisatawan mancanegara yang terjebak banjir akibat meluapnya Sungai Mati di Kawasan Seminyak, Desa Legian dan Kuta.

"Saat ini kami masih melakukan proses evakuasi kepada warga dan wisatawan yang menginap di vila dekat sungai ini," kata Kepala BPBD Badung, Nyoman Wijaya, di Mangupura.

Menurutnya, ada empat perahu karet yang diturunkan dalam evakuasi itu yang bekerja sama dengan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Bali. "Kami melakukan evakuasi ke rumah masyarakat yang terkena banjir ke tempat yang lebih aman, hingga air kembali surut dari pemukiman warga dan vila setempat. Dari data yang kami himpun tidak ada korban jiwa," ucapnya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon