Korban Gempa di Kabupaten Bogor Masih Minim Bantuan
Rabu, 24 Januari 2018 | 19:24 WIB
Bogor - Sekitar 120 keluarga korban di dua lokasi bencana gampa di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor masih minim menerima bantuan. Kesulitan akses jalur ke lokasi penampungan menjadi kendala terlambatnya bantuan bagi korban bencana.
Bila dilihat dari alat navigasi, jarak Desa Malasari sekitar 56 kilometer dari pusat Kota Bogor. Namun demikian, Beritasatu.com yang coba mengunjungi lokasi penampungan harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam menuju Kantor Kecamatan Nanggung.
Dari kantor kecamatan, lalu dilanjutkan naik menggunakan sepeda motor menuju posko penampungan pertama di Kampung Citalahap, Desa Malasari dengan menempuh 3 jam perjalanan.
Menuju camp penampungan, sepanjang mata memandang banyak bangunan rumah sudah roboh di antara hijau perkebunan teh. Samsul (54), warga sekitar menuturkan, sebagian besar penduduk lokal berprofesi sebagi buruh petik teh.
"Setelah gempa kemarin, otomatis operasional pemetikkan teh setop beroperasi. Kami sekeluarga mengungsi dulu," paparnya.
Kata dia, sekitar 90 keluarga menempati penampungan di Kampung Citalahap. Hampir semua bangunan yang berada kampung tersebut tidak bisa tempati kembali. Empat tenda yang didirikan bantuan TNI dan Polri, kata Samsul, cukup nyaman ditempati.
"Hanya saja, makanan kami kurang. Bahan makanan yang tersedia kurang memenuhi dan belum adanya dapur umum," keluhnya. Ia pun berhadap, bantuan bahan makanan segara terkirim karena sebagian besar pengungsi merupakan anak-anak dan lansia.
Sedangkan di Kampung Nirmala, Desa Malasari, kondisi penampungan lebih memprihantinkan. Satu hari pascagempa, di lokasi tersebut belum berdiri tenda penampungan. Sekitar 30 keluarga secara inisiatif membuat tenda menggunakan terpal plastik.
"Terpaksa kami buat tenda di lahan tengah perkebunan. Kami belum dapat bantuan," kata Engkan (36).
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi yang juga mengunjungi lokasi penampungan mengakui terkendalanya bantuan disebabkan faktor akses menuju penampungan cukup jauh.
"Dari kantor camat saja, akses menuju lokasi cukup jauh. Itu salah satu kendalanya dan itu menjadi perhatian kami agar bisa melakukan distribusi selanjutnya lebih cepat," papar Ade.
Pascabancana, Ade Ruhandi yang biasa di sapa Jaro Ade juga berencana akan meminta pemerintah daerah untuk melalukan relokasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




