Soal Polisi Jadi Penjabat Gubernur, Tjahjo Siap Ditegur Presiden
Senin, 29 Januari 2018 | 21:52 WIB
Jakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menjelaskan ikhwal penunjukan Irjen Muhammad Iriawan dan Irjen Martuani Sormin yang masing-masing diwacanakan menjadi Penjabat Gubernur (PJ) Jawa Barat dan Sumatera Utara. Soal penjabat gubernur ini Tjahjo mengaku siap ditegur Presiden jika memang membuat gaduh.
"Saya enggak minta (nama) lho. Saya minta ke institusi, pada Kapolri, ke Menko Polhukam, saya minta. Yang mengusulkan (nama) yang bersangkutan. Toh dari penerimaan nama itu saya nanti sampaikan ke presiden lewat Setneg. Nanti ada Keppres. Soal nanti disetujui apa enggak, ya terserah Mensesneg yang menyiapkan Keppresnya," kata Tjahjo usai jadi narasumber dalam Rakor Baintelkam di Jakarta Selatan, Senin (29/1).
Meski tidak meminta nama, saat disodori nama Iriawan yang saat ini menjabat Asops Kapolri dan Sormin yang Kadiv Propam, politisi PDIP ini tidak menolak. Alasannya dasar hukum yang mereka punya sudah clear. Calon yang diajukan Polri baginya tak masalah, sebagaimana calon dari Kemdagri.
"Keputusan terakhir di istana. Saya hanya mengajukan, mencermati dinamika perkembangan yang ada. Aturan UU yang saya yakini. Kalau dianggap gaduh, menimbulkan hal yang pro-kontra, saya hargai semua pendapat. Kalau bikin gaduh, saya siap terima teguran Bapak Presiden," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




