LPKR Catat Pendapatan Rp 7,5 Triliun
Rabu, 31 Januari 2018 | 20:51 WIB
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan laporan keuangan untuk periode sembilan bulan 2017. Hingga kuartal III-2017, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 7,5 triliun, dan laba bersih Rp 625 miliar.
Pendapatan divisi Residential & Urban Development turun sebesar 20 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,9 triliun, hal ini terutama dipicu oleh menurunnya pendapatan dari townships sebesar 32 persen menjadi Rp 957 miliar, yang mencerminkan pelemahan pasar properti di Indonesia selama sembilan bulan 2017.
"Pendapatan dari large scale integrated relatif datar sebesar Rp 983 miliar dimana terdapat pengakuan pendapatan dari proyek-proyek yang sedang dibangun, terutama dari CBD Meikarta dan Millenium Village," ujar Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (31/1).
Sementara, bisnis healthcare terus memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 12 persen menjadi Rp 4,3 triliun. Pasien rawat inap tumbuh 6 persen sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 16 persen. Sepanjang tahun 2017, 8 rumah sakit baru telah dibuka perseroan, sehingga jumlah rumah sakit menjadi 31 rumah sakit dengan 3.336 tempat tidur operasional.
Selain itu, pada akhir Oktober 2017, Siloam telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas kedua, menghimpun dana sebesar Rp 3,1 triliun, dimana semua saham yang ditawarkan sejumlah 325.153.125 terserap oleh pasar. LPKR mempertahankan kepemilikan mayoritasnya menjadi 51,05 persen, sementara itu, CVC meningkatkan kepemilikannya menjadi 15,66 persen.
Kemudian, pendapatan divisi komersial yang terdiri dari mal ritel dan hotel, relatif datar sebesar Rp 550 miliar. Pendapatan mal naik 9 persen menjadi Rp 284 miliar yang terutama ditopang oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri, Buton dan Jambi. Pendapatan hotels dan hospitality relatif datar sebesar Rp 266 miliar.
"Sedangkan pendapatan divisi manajemen aset meningkat sebesar 9 persen menjadi Rp 707 miliar, yang terutama disebabkan oleh membesarnya basis aset yang dikelola serta bertumbuhnya fee dan pendapatan dividen dari kedua REITS kami di Singapura," ujar Ketut.
Sementara itu, pendapatan recurring LPKR terus bertumbuh dan mencatat pertumbuhan sehat sebesar 11 persen menjadi Rp 5,5 triliun, serta memberikan kontribusi sebesar 74 persen terhadap total pendapatan LPKR untuk periode sembilan bulan 2017.
Dalam kesempatan ini, LPKR juga mengumumkan keberhasilan penjualan dua aset ke REITs di Singapura. Penjualan Lippo Plaza Jogya (LPJ) ke LMIRT serta penjualan dan penyewaan kembali Siloam Hospital Yogyakarta (SHYG) ke First REIT, keduanya telah tuntas pada tanggal 22 Desember 2017.
Dengan penjualan LPJ, pendapatan LPKR pada laporan keuangan tahun 2017 akan meningkat sekitar Rp 579 miliar dan laba bersih akan naik sekitar Rp 237 miliar. Selain itu, dengan selesainya akuisisi LPJ, portofolio LMIR Trust berkembang menjadi 23 mal ritel dan tujuh ruang ritel di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Dan juga dengan selesainya akuisisi SHYG, portofolio First REITS berkembang menjadi 20 properti yang terletak di Indonesia, Singapura dan Korea Selatan (Korsel).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




