Di Pameran Maritim Korsel, RI Bermaskot Ikan Purba

Sabtu, 12 Mei 2012 | 17:16 WIB
IU
B
Penulis: Ismira Lutfia/ Dewi Ria Utari | Editor: B1
Suasana Pameran Maritim Internasional di Yeosu, Korea Selatan
Suasana Pameran Maritim Internasional di Yeosu, Korea Selatan (korea.net)
Anjungan Indonesia menampilkan peran penting sejarah laut dan pesisir Indonesia dalam sejarah dunia.



Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya maritimnya kepada publik Korea Selatan melalui ajang Expo 2012 Yeosu, sebuah kota pelabuhan di pesisir pantai Korea Selatan. Melalui anjungannya, Indonesia memamerkan berbagai sudut pandang pembangunan kelautan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Melalui siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu (12/5), Sekretaris Jenderal KKP, Dr Gellwynn Jusuf mengatakan bahwa anjungan Indonesia menampilkan peran penting sejarah laut dan pesisir Indonesia dalam sejarah dunia melalui kekayaan budaya dan tradisinya dan memperkenalkan sejarah laut, warisan dan kekayaan budaya lndonesia pada pengunjung pameran maritim internasional yang berlangsung selama tiga bulan dari 12 Mei hingga 12 Agustus 2012.

“Ini merupakan kesempatan untuk bekerjasama lintas samudra dan meningkatkan pemahaman bahwa masa depan bergantung pada lautan yang menghubungkan semua bangsa. Sejak dulu, samudra yang tidak berbatas telah menyediakan rute perdagangan dunia yang menjadi sumber kehidupan dan evolusi sebelum ditemukannya transportasi udara, kereta api, dan dan kendaraan bermotor,” ujar Gellwynn.

Dia menambahkan bahwa anjungan Indonesia akan mempertunjukkan masa penting dalam budaya, legenda dan sejarah ketika terjadi perubahan, pertukaran budaya serta konflik melalui kontrol dan pengaruh pelabuhan perdagangan rempah-rempah di seluruh kepulauan Indonesia.

“Semua temuan yang menarik dan kejayaan masa lalu diperlihatkan,” tuturnya.

Dalam pameran yang diikuti oleh 106 negara dan 10 organisasi internasional ini anjungan Indonesia memasang maskot ikan purba Coelacanth, yang dikenal dengan sebutan Ikan Raja Laut.

Sebelumnya ikan ini hanya dikenal melalui fosil dan jauh sebelum temuan spesimen hidup pertamanya, sekitar 400 juta tahun evolusi.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea, Nick T. Dammen, mengatakan bahwa partisipasi Indonesia di pameran ini dapat memperkuat arah politik untuk pengembangan kebijakan kelautan di sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Ia berkata.

“Kami mengerahkan upaya untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan guna pengelolaan berkelanjutan serta pengembangan lautan dan pesisir,” ujarnya.

Ajang ini diharapkan akan dapat menyampaikan “Deklarasi Yeosu” untuk diadopsi oleh komunitas internasional untuk menekankan pada komitmen bersama mencapai pertumbuhan lautan yang berkelanjutan.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon