Juahkan Politik dari Hoax

Selasa, 20 Februari 2018 | 14:41 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Ilustrasi anti-
Ilustrasi anti-"hoax". (Antara)

Jakarta – Peran masyarakat sangat vital dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik KRI dari ancaman radikalisme, terorisme, intoleransi, dan gangguan keamanan lainnya, di era globalisasi teknologi informasi. Mudahnya orang menyebarkan informasi memang sangat menguntungkan untuk menopang kemajuan zaman. Namun, sebaliknya dampak negatif hal tersebut sangat besar, terutama dengan hadirnya berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian.

Dalam rangka menyambut Pilkada 2018, politisi yang ada di parlemen atau di luar parlemen, pejabat pemerintah, dan juga masyarakat, agar tidak menyebarkan berita bohong melalui media sosial. Politik harus dijauhkan dari hoax.

Untuk mengantisipasi dan meredam semakin liarnya berita bohong dan ujaran kebencian, masyarakat diminta untuk peduli dengan ‘lingkungan’ saat berselancar di dunia maya terutama saat beraktivitas di media sosial. Siskamling medsos adalah solusi untuk meredam berita bohong dan ujaran kebencian dari lapisan akar rumput masyarakat.

"Dengan beragamnya penyakit masyarakat baik itu yang namanya berita bohong, termasuk narkoba, LGBT separatisme, komunisme, radikalisme yang semuanya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sangat mementingkan peran serta masyarakat," ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Masjid Yayasan Al Insan, Kebagusan, Jakarta, Selasa (20/2)

Peran aktif masyarakat berupa siskamling medsos itu, menurut Hidayat, harus digalakkan dan tidak harus menunggu ajakan atau program dari pemerintah. Ia menilai langkah-langkah antisipasi itu akan sangat terbantu bila masyarakat aktif melakukan deteksi dini. Ia juga menegaskan bahwa siskamling medsos adalah cari jitu menangkal berita bohong dan ujaran kebencian dari tingkat akar rumput.

"Masyarakat harus terlibat di dalam siskamling melawan berita bohong, baik itu menyebarkan dan menerimanya dari terdampak pengaruh pada berita bohong. Karena berita bohong ini pengaruhnya cukup dahsyat. Masyarakat sering tidak melakukan klarifikasi, kemudian mengambil atau menerima mentah mentah saja pesan itu. Hal-hal semacam itu yang bisa menyebabkan terjadinya tawuran antarkampung atau hal-hal buruk lainnya. Itu harus benar-benar dihindari," ujar mantan Presiden PKS ini.

Oleh karena itu, sangat bagus bila masyarakat yang ada di akar rumput dan bertemu dengan berita bohong termasuk serta penyakit masyarakat lainnya seperti narkoba, judi, prostitusi, komunisme termasuk radikalisme dan terorisme ini bisa diberdayakan.

"Peran serta dari tokoh-tokoh masyarakat, agama, juga pimpinan negara di tingkat masyarakat yakni RT/RW bisa diajak serta. Ini menjadi bagian penting bersama masyarakat melakukan siskamling medsos untuk menyelamatkan lingkungan masing-masing seperti yang sekarang sering muncul yakni berita bohong di media sosial," kata pria kelahiran Klaten, 8 April 1960 ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon