49 Jasad Dimutilasi Bergelimpangan di Meksiko
Senin, 14 Mei 2012 | 08:40 WIB
Aparat keamanan Meksiko menemukan 49 mayat terbungkus plastik yang dibuang di tepi jalan raya dekat Monterrey, ibu kota provinsi Nuevo Leon, Meksiko, Minggu (13/5).
Mayat tersebut ditandai sebuah pesan, berupa tulisan hitam 'Z 100 %"'dengan semprotan cat di sebuah tanda jalan. Tanda itu merujuk pada jaringan kartel Zetas.
Diduga mayat-mayat ini adalah korban paling akhir kekerasan yang berkaitan dengan narkoba di Meksiko.
Mayat 43 pria dan enam wanita itu dimutilasi, dengan kepala, tangan, dan kaki dipotong. Pihak keamanan berharap dapat mengindetifikasi korban melalui sejumlah rajah di badan mereka.
"Yang merumitkan indentifikasi mayat-mayat itu adalah semuanya tanpa kepala," kata Jorge Domene, juru bicara pemerintah untuk keamanan publik Nuevo Leon.
Kasus ini menambah daftar panjang pembunuhan massa oleh geng kartel dalam sembilan hari ini di Monterrey. Sedikitnya 23 orang dibunuh dekat perbatasan Meksiko-Amerika Serikat awal Mei ini.
Minggu lalu, polisi menemukan 18 mayat di negara bagian Jalisco.
Ini adalah pembunuhan paling akhir dalam perang mengerikan antara kartel-kartel narkoba yang saling bersaing dan pemerintah Meksiko. Korban tersebut amat mungkin merupakan buah dari perseteruan antara geng kartel narkoba Zetas dan kartel Teluk.
Kasus terakhir ini diduga hasil balas dendam dari pembunuhan di Nuevo Lareda yang menyebabkan enam orang tewas. Jasad mereka ditemukan di tiga lokasi berbeda di wilayah Sinaloa.
Demikian pernyataan dari aparat keamanan setempat.
Kebrutalan dan keganasan geng kartel narkoba menjadi isu hangat menjelang kampanye pemilihan presiden dan legislstif Meksiko pada 1 Juli mendatang.
Mayat tersebut ditandai sebuah pesan, berupa tulisan hitam 'Z 100 %"'dengan semprotan cat di sebuah tanda jalan. Tanda itu merujuk pada jaringan kartel Zetas.
Diduga mayat-mayat ini adalah korban paling akhir kekerasan yang berkaitan dengan narkoba di Meksiko.
Mayat 43 pria dan enam wanita itu dimutilasi, dengan kepala, tangan, dan kaki dipotong. Pihak keamanan berharap dapat mengindetifikasi korban melalui sejumlah rajah di badan mereka.
"Yang merumitkan indentifikasi mayat-mayat itu adalah semuanya tanpa kepala," kata Jorge Domene, juru bicara pemerintah untuk keamanan publik Nuevo Leon.
Kasus ini menambah daftar panjang pembunuhan massa oleh geng kartel dalam sembilan hari ini di Monterrey. Sedikitnya 23 orang dibunuh dekat perbatasan Meksiko-Amerika Serikat awal Mei ini.
Minggu lalu, polisi menemukan 18 mayat di negara bagian Jalisco.
Ini adalah pembunuhan paling akhir dalam perang mengerikan antara kartel-kartel narkoba yang saling bersaing dan pemerintah Meksiko. Korban tersebut amat mungkin merupakan buah dari perseteruan antara geng kartel narkoba Zetas dan kartel Teluk.
Kasus terakhir ini diduga hasil balas dendam dari pembunuhan di Nuevo Lareda yang menyebabkan enam orang tewas. Jasad mereka ditemukan di tiga lokasi berbeda di wilayah Sinaloa.
Demikian pernyataan dari aparat keamanan setempat.
Kebrutalan dan keganasan geng kartel narkoba menjadi isu hangat menjelang kampanye pemilihan presiden dan legislstif Meksiko pada 1 Juli mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




