Indonesia Gelar Paviliun Kelautan di Korea
Senin, 14 Mei 2012 | 13:31 WIB
Delegasi Indonesia menggelar paviliun di Yeosu Expo 2012, Korea Selatan untuk mengenalkan upaya mengelola budidaya kelautan di negara kepulauan terluas di dunia ini.
Paviliun ini mengambil tema : Wonderful Indonesia: Sustaining Tropical Diversity," dan dibuka pada Sabtu (12/5)
Demikian rilis dari Delegasi Indonesia di Yeosu Expo yang diterima redaksi, Senin (14/5).
Negara Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, sedikitnya 500 suku bangsa dan 730 bahasa serta dialek, juga merupakan tempat bagi keanekaragamanan hayati laut terbesar di dunia.
Menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kendati memiliki sumber daya kelautan dan pantai yang besar, Indonesia masih harus membuat kebijakan yang efektif terkait kelautan di tingkat dunia.
"Kami menampilkan pentingnya sejarah sumber daya laut dan pantai bagi dunia. Termasuk memaparkan kekayaan dan budaya serta tradisi yang luar biasa di gerai ini. Semua disiapkan oleh delegasi Indonesia," papar anggota delegasi Yeosu Expo, Gellwynn Jusuf.
Ia menambahkam, para pengunjung paviliun Indonesia akan dikenalkan sejarah maritim nusantara, sumber daya, pemanfaatan serta koleksi dari keanekaragaman maritim.
Dubes RI untuk Korea Selatan Nick T Dammen menyatakan, partisipasi Indonesia dalam Expo berkelas dunia ini semakin memperkuat iktikad membuat kebijakan kelauatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Ini adalah upaya meningkat kesadaran publik dan pemangku kepentingan untuk mempertahankan manajemen berkelanjutan untuk kelautan dan pesisir petani. Bisa menjadi forum untuk berbagi dan berdiskusi soal pengalaman budaya, riset ilmiah dan penemuan lainnya," jelasnya.
Pemeran Yeosu 2012 di Korea Selatan ini dibuka sejak Sabtu (12/5) hingg 12 Agustus mendatang.
Paviliun ini mengambil tema : Wonderful Indonesia: Sustaining Tropical Diversity," dan dibuka pada Sabtu (12/5)
Demikian rilis dari Delegasi Indonesia di Yeosu Expo yang diterima redaksi, Senin (14/5).
Negara Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, sedikitnya 500 suku bangsa dan 730 bahasa serta dialek, juga merupakan tempat bagi keanekaragamanan hayati laut terbesar di dunia.
Menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kendati memiliki sumber daya kelautan dan pantai yang besar, Indonesia masih harus membuat kebijakan yang efektif terkait kelautan di tingkat dunia.
"Kami menampilkan pentingnya sejarah sumber daya laut dan pantai bagi dunia. Termasuk memaparkan kekayaan dan budaya serta tradisi yang luar biasa di gerai ini. Semua disiapkan oleh delegasi Indonesia," papar anggota delegasi Yeosu Expo, Gellwynn Jusuf.
Ia menambahkam, para pengunjung paviliun Indonesia akan dikenalkan sejarah maritim nusantara, sumber daya, pemanfaatan serta koleksi dari keanekaragaman maritim.
Dubes RI untuk Korea Selatan Nick T Dammen menyatakan, partisipasi Indonesia dalam Expo berkelas dunia ini semakin memperkuat iktikad membuat kebijakan kelauatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Ini adalah upaya meningkat kesadaran publik dan pemangku kepentingan untuk mempertahankan manajemen berkelanjutan untuk kelautan dan pesisir petani. Bisa menjadi forum untuk berbagi dan berdiskusi soal pengalaman budaya, riset ilmiah dan penemuan lainnya," jelasnya.
Pemeran Yeosu 2012 di Korea Selatan ini dibuka sejak Sabtu (12/5) hingg 12 Agustus mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




