Kang Dedi Inisiasi Asuransi bagi Petani di Daerah Rawan Bencana

Rabu, 28 Februari 2018 | 14:37 WIB
FS
AO
Penulis: Fana F Suparman | Editor: AO
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berfoto bersama warga saat kunjungan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018.
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berfoto bersama warga saat kunjungan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta - Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Kang Dedi) memiliki program asuransi pertanian bagi petani yang gagal panen. Program itu akan dijalankannya jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

Program asuransi ini terutama diprioritaskan bagi para petani di daerah rawan bencana, seperti banjir, hama, dan kekeringan. Hal itu ditegaskan oleh Kang Dedi di sela-sela kunjungan ke Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/2).

"Sawah para petani di Tambun, Bekasi, rawan banjir. Saya sudah berkali-kali mengatakan perlu ada asuransi tanaman padi bagi petani," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (28/2).

Secara teknis, Dedi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat bekerja sama dengan lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah. Pria yang sudah menjadi petani sejak kecil itu meyakini program ini akan mengurangi kerugian petani akibat gagal panen. "Program ini akan mampu menghindarkan petani dari kerugian akibat gagal panen. Jadi, mereka tidak perlu khawatir dan kesulitan saat terkena banjir atau serangan hama," katanya.

Cawagub yang berpasangan dengan Deddy Mizwar itu menilai pentingnya pendampingan pemerintah secara aktif kepada para petani. Tanpa hal ini, Kang Dedi menyatakan akan berimbas pada program pengentasan kemiskinan karena justru para petani di daerah lumbung padi saat ini kesulitan mendapatkan beras premium.

"Petani akan terus miskin jika tidak didampingi oleh pemerintah. Kalau gagal panen terus, petani akan habis modal, Itu bisa ditutup oleh program asuransi ini. Biaya produksi mereka untuk bertani mendapatkan ganti," katanya.

Program yang terbilang baru ini mendapatkan apresiasi dari petani setempat. Seorang petani bernama Kuntet (59) mengaku kerap mengalami masa sulit saat gagal panen. Untuk itu, Kuntet mengaku sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah.

"Saya itu selalu rugi kalau masuk musim hujan, sawah selalu kebanjiran. Modal saya sewa sawah dan beli benih habis Rp 8 juta mah. Sekarang, ya hilang sudah itu modal, nggak ada gantinya. Siapa yang mau ganti?," katanya geram.

Setelah mendengar paparan Dedi Mulyadi, Kuntet dan para petani lain tampak antusias. Mereka mengaku akan sangat terbantu jika program tersebut terealisasi nantinya. "Ide Pak Dedi ini masuk akal. Asuransi petani itu menjadi jalan keluar bagi kami yang sering gagal panen," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon