Kang Dedi: Normalisasi Sungai Bisa Atasi Banjir di Bekasi

Rabu, 28 Februari 2018 | 14:42 WIB
FS
AO
Penulis: Fana F Suparman | Editor: AO
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berfoto bersama warga saat kunjungan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018.
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berfoto bersama warga saat kunjungan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018. (Istimewa/Istimewa)

Bekasi - Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan sejumlah solusi untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Desa Srimahi, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Salah satu solusi itu adalah dengan normalisasi aliran sungai.

Dedi mengatakan, aliran sungai yang dangkal dan kotor menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Selain itu, Dedi mengatakan, penataan permukiman di kawasan banjir perlu dilakukan dengan cara perbaikan dan peninggian rumah warga. Hal ini lantaran sebagian rumah warga berada di bawah permukaan aliran sungai.

"Nanti rumahnya ditinggikan, dibuat pola perkampungan. Nanti dibikin sama. Masalah utamanya sebenarnya ada pada sungai. Ini kasihan. Sungai di sini sudah kotor dan dangkal, sementara posisi rumah warga ada di bawah. Jadi banjir," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (28/2).

Poin normalisasi sungai menjadi catatan khusus bagi Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi. Salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama tersebut menyatakan, normalisasi harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Hal ini lantaran jika normalisasi hanya pada bagian hilir saja, lumpur dari bagian hulu sungai tersebut perlahan akan turun ke bagian hilir. Akibatmya, proses normalisasi tidak akan efektif.

"Setelah normalisasi dilakukan, ini harus dilanjutkan dengan program kebersihan masyarakat. Sanitasi masyarakat harus layak dan bersih. Sehingga, kebersihan sungai tetap terjaga," ujarnya.

Solusi ini ditawarkan Dedi merespon keluhan dari warga Desa Srimahi. Mereka mengeluh tentang daerah tersebut yang kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.

Salah seorang warga, Karnah (56) mengungkapkan keluhan tersebut di hadapan Dedi yang lekat dengan iket Sunda berwarna putih itu. "Di sini langganan banjir pak, kalau musim hujan pasti banjir," keluhnya.

Warga setempat mengharapkan solusi tanpa penggusuran. Hal ini ditegaskan oleh Mahmudin (45), yang sudah puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut. "Kalau bisa solusinya itu tanpa menggusur pak, ngeri kalau dengar gusur menggusur itu. kami disini berharap perbaikan, bukan penggusuran," katanya.

Beberapa permukiman padat penduduk sempat disambangi oleh Bupati Purwakarta dua periode tersebut. Warga di setiap permukiman itu tampak antusias menyambut kehadiran Dedi Mulyadi meski mereka tidak diberi tahu sebelumnya.

Di beberapa tempat, Dedi sempat beristirahat di rumah warga yang tengah mengalami sakit parah. Ia menengok dan memberikan bantuan pengobatan serta semangat agar warga tersebut segera sembuh dari penyakitnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon