Kejar Target Bangun 5.323 Desa Berdaya, Rumah Zakat Gandeng Tiga Kementerian
Rabu, 28 Februari 2018 | 19:58 WIB
Jakarta – Demi mewujudkan target membangun 5.323 Desa Berdaya hingga tahun 2023, Rumah Zakat berupaya menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, diantaranya tiga kementerian Republik Indonesia, yakni Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Disebutkan bahwa kerjasama ini merupakan wujud komitmen Rumah Zakat untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pembangunan desa.
"Saat ini salah satu konsentrasi dari Pemerintah Republik Indonesia adalah melakukan Pembangunan Desa Tertinggal dan Desa Berkembang untuk akhirnya menjadi Desa Mandiri. Kami sebagai lembaga yang juga memiliki program Desa Berdaya yang didanai oleh Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), berupaya untuk memberikan kontribusi dalam rangkaian pembangunan desa yang sedang dilakukan pemerintah. Harapannya dengan kolaborasi ini, kita dapat semakin cepat mewujudkan pembangunan desa," ungkap CEO Rumah Zakat, Nur Efendi disela acara "Sharing Session Desa Berdaya" yang digelar di Jakarta, Rabu (28/02).
Desa Berdaya merupakan program pemberdayaan dalam cakupan wilayah desa, melalui pendekatan terintegrasi, yaitu program capacity building (pembinaan masyarakat), ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kesiap-siagaan bencana, dengan target tumbuh dan berkembangnya kelembagaan lokal yang berdaya untuk mengatasi permasalahannya sendiri, serta berkolaborasi dengan pihak lain terutama pemerintah desa.
Saat ini Rumah Zakat membina 1.056 Desa Berdaya di 172 kota/kabupaten di 21 Provinsi. "Kami targetkan, Tahun ini Rumah Zakat dapat membina 1.234 Desa Berdaya di 34 provinsi. Jadi di semua provinsi ada Desa Berdaya binaan Rumah Zakat," tutur Nur Efendi.
Setiap desa menurutnya punya keunikan potensi dan sumber dayanya. Oleh karena itu Rumah Zakat juga menggagas Forum Desa Berdaya, melalui forum tadi diharapkan para pemuda pelopor di pedesaan bisa saling berbagi dan berkolaborasi untuk memberdayakan desanya. "Forum ini juga kami harapkan bisa menjadi penghubung antara komunitas desa dengan pemerintah lokal dan nasional, diantaranya melalui event Desa Berdaya Sharing Session ini," papar Nur Efendi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




