Dituding Penyebab Kerusakan Jalan di Batanghari, Perusahaan Sawit Tak Peduli

Jumat, 2 Maret 2018 | 09:14 WIB
RS
IC
Penulis: Radesman Saragih | Editor: CAH
Gubernur Jambi, Zumi Zola (tiga dari kanan) menemukan truk terjungkal di ruas jalan rusak ketika meninjau ruas jalan produksi dan jalan nasional Desa Panerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Kamis, 1 Maret 2018.
Gubernur Jambi, Zumi Zola (tiga dari kanan) menemukan truk terjungkal di ruas jalan rusak ketika meninjau ruas jalan produksi dan jalan nasional Desa Panerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Kamis, 1 Maret 2018. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Jambi - Perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet yang sering mengoperasikan truk pengangkut sawit bermuatan berat dituding menjadi penyebab utama kerusakan jalan produksi di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Hal tersebut terbukti dari kerusakan-kerusakan berat yang terjadi di ruas jalan produksi dan jalan menuju nasional di kabupaten tersebut.

Sayangnya, perusahaan sawit di daerah itu hingga kini masih tetap kurang peduli terhadap kerusakan jalan yang setiap hari mereka gunakan.

Gubernur Jambi, Zumi Zola ketika meninjau jalan produksi dan jalan nasional di Desa Panerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Kamis (1/3) menemukan kerusakan jalan yang kondisinya sudah sangat parah. Sebagian ruas jalan tidak beraspal lagi. Kerusakan jalan tersebut terjadi akibat tingginya mobilitas truk pengangkut buah sawit dan karet bertonase atau muatan berat.

"Kerusakan jalan ini banyak disebabkan truk pengangkut sawit dan karet milik perusahaan. Di antaranya truk pengangkut sawit PT Perkebunan Nusantara VI, PT Sari Aditya Loka (SAL) dan PT Asiatik Persada. Ketiga perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut kami harapkan segera membantu perbaikan kerusakan jalan produksi dan jalan nasional ini,"kata Zumi Zola.

Dikatakan, kerusakan jalan produksi dan jalan nasional Desa Panerokan sudah sering melumpuhkan arus transportasi dari ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera dari arah Sumatera Selatan dan Tempino - Sungaibahar, Muarojambi menuju Muarabulian, Batanghari. Kerusakan jalan itu juga menyebabkan pasokan kebutuhan pokok ke sentra produksi perkebunan sawit dan karet di Panerokan dan Sungaibahar menjadi terhambat.

Menurut Zumi Zola, Pemprov Jambi tidak bisa memperbaiki semua jalan rusak di wilayah Batanghari dan Muarojambi itu akibat dana yang terbatas. Kerusakan jalan yang bisa diperbaiki dan kini sudah rampung di ruas jalan Desa Penerokan baru dua kilometer. Perbaikan kerusakan jalan di ruas Panerokan – Muarabulian, Batanghari itu akan dilanjutkan tahun ini.

Sementara itu, Rusli (45), warga Desa Panerokan pada kesempatan tersebut mengatakan, warga sudah sering mengajukan permintaan kepada perusahaan sawit di daerah itu agar membantu perbaikan kerusakan jalan. Namun hingga kini permintaan tersebut belum ditanggapi.

"Kami minta PT Perkebunan Nusantara VI, PT SAL dan Asiatic Persada membantu perbaikan jalan karena truk sawit mereka lah yang banyak menyebabkan kerusakan jalan di desa kami ini. Namun ketiga perusahan itu terkesan tidak peduli terhadap kerusakan jalan ini," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon