DKI Kirim 35 Ambulan Evakuasi Korban Sukhoi

Senin, 14 Mei 2012 | 20:41 WIB
LH
FH
Sejumlah mobil ambulan dipersiapkan dalam dalam proses evakuasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. FOTO:  Ruht Semiono/SUARA PEMBARUAN
Sejumlah mobil ambulan dipersiapkan dalam dalam proses evakuasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. FOTO: Ruht Semiono/SUARA PEMBARUAN
Dinas Kesehatan DKI mengirim 27 petugas medis yang terbagi dalam 3 shif selama 24 jam.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirim 35 ambulan untuk membantu proses evakuasi korban Sukhoi di Gunung Salak, Bogor. Sebanyak 15 ambulan dikirim ke Cihideng, Bogor, Jawa Barat sebagai tempat proses evakuasi, dan 20 ambulan disiagakan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Meski musibah itu terjadi di luar Jakarta, tapi kan proses evakuasinya melalui Bandara Halim Perdana Kusumah yang masih termasuk wilayah DKI Jakarta. Karena itu, pada awal pencarian korban kami langsung mengirimkan 35 ambulan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, di Balaikota DKI, Jakarta hari ini.

Alasan mengirimkan ambulan kesehatan, Dien menjelaskan, karena saat itu pihaknya mendapatkan informasi tidak semua korban pesawat Sukhoi tewas. Ternyata dipastikan seluruh penumpang pesawat tewas.

Akhirnya, ambulan kesehatan yang sudah dikirim ke Bogor digunakan untuk mengobati petugas dan relawan yang melakukan proses evakuasi.

“Mereka pasti sangat kelelahan karena naik turun di tebing dengan kondisi terjal 80 derajat. Ditambah lagi kondisi cuaca sangat mempengaruhi proses evakuasi. Sehingga petugas medis DKI pun harus bekerja keras dalam menjalan tugas disana,” ujar Dien.

Selain mengirim ambulan, Dinas Kesehatan DKI juga mengirim 27 petugas medis. Mereka bekerja terbagi dalam 3 shif selama 24 jam. Setiap shif ditugaskan sembilan petugas medis. Mereka akan terus bekerja sampai proses evakuasi korban ini dinyatakan selesai oleh pihak Basarnas.

“Saya belum tahu kapan proses evakuasi itu selesai. Karena itu kita tetapkan siagakan ambulan dan tenaga medisnya. Karena sudah dilakukan proses evakuasi, mulai hari ini, jumlah ambulan yang diterjunkan berkurang menjadi 15 unit. Sebanyak 3 unit masih disiagakan di Bogor, sisanya di Halim,” kata Dien.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon