Tahanan Palestina Hentikan Aksi Mogok Makan

Selasa, 15 Mei 2012 | 05:23 WIB
AJ
B
Penulis: AFP/ Liberty Jemadu | Editor: B1
Para keluarga dari tahanan Palestina yang menggelar mogok makan bersuka cita di Gaza City setelah kesepakatan penghentian aksi itu ditandatangani, Senin (14/5) waktu setempat.
Para keluarga dari tahanan Palestina yang menggelar mogok makan bersuka cita di Gaza City setelah kesepakatan penghentian aksi itu ditandatangani, Senin (14/5) waktu setempat. ((AFP/ Mahmud Hams))
Enam tahanan mogok makan selama 53 hingga 76 hari, memprotes penahanan mereka yang dilakukan tanpa proses pengadilan

Para tahanan Palestina di penjara Israel yang melancarkan aksi mogok makan akhirnya sepakat untuk mengakhiri aksi mereka dan sebagai gantinya pihak berwenang Israel akan memperbaiki kondisi penjara.

"Semua faksi telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri mogok makan," kata Qadura Fares, kepala Klub Tahanan Palestina kepada AFP setelah perundingan alot selama beberapa jam dengan pihak berwenang Israel di penjara Ashkelon.

Pejabat bidang penjara Israel, Sivan Weizman, mengkonfirmasi tercapainya kesepakatan itu.

Pengacara Palestina, Jawad Bulus, yang mewakili para tahanan itu mengatakan ia telah mengunjungi Bilal Diab dan Thaer Halahla, dua tahanan yang telah melancarkan mogok makan selama 76 hari dan mengabarkan keputusan itu.

Meski demikian kedua orang yang tergabung dalam kelompok pejuang Islamic Jihad belum memutuskan untuk mengikuti kesepakatan itu atau tidak.

Sebelumnya sebanyak 1500 tahanan melancarkan aksi mogok makan selama empat pekan sebagai bentuk tuntutan agar Israel memberikan layanan yang lebih baik di dalam penjara. Sekitar enam tahanan telah menolak makan selama 53 hingga 76 hari, memprotes penahanan mereka yang dilakukan tanpa proses pengadilan.

Prosedur penahanan yang diprotes itu membolehkan pihak berwenang Israel menahan seseorang tanpa proses hukum yang jelas dan menahannya selama paling lama enam bulan.

Shin Bet, badan keamanan dalam negeri Israel, mengatakan para pemimpin para tahanan itu telah menandatangani kesepakatan untuk menghentikan "aktivitas teror" dari dalam penjara, sementara Israel membolehkan mereka keluar dari sel isolasi dan mengizinkan keluarga mereka datang mengunjungi.

Juru bicara Shin Bet juga mengatakan bahwa tahanan yang ditahan tanpa pengadilan akan dibebeaskan begitu masa tahan mereka berakhir, kecuali ditemukan bukti baru yang memberatkan mereka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon