LIPI Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan Dunia Iptek

Kamis, 8 Maret 2018 | 17:41 WIB
H
YD
Penulis: Herman | Editor: YUD
Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional, di gedung LIPI, Jakarta, Kamis 8 Maret 2018.
Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional, di gedung LIPI, Jakarta, Kamis 8 Maret 2018. (BeritaSatu Photo/Herman)

Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong para perempuan menjadi agen perubahan bagi dunia ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia. Di lingkungan LIPI, dari sekitar 1.750 peneliti yang dimiliki, saat ini terdapat 779 perempuan peneliti yang tersebar di 50 satuan kerja LIPI di seluruh Indonesia.

"Pada dasarnya, LIPI mendukung para perempuan peneliti agar memiliki kinerja optimal dengan dukungan dari sistem dan manajemen LIPI. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi agar mereka dapat diakui dalam jejaring komunitas ilmiah internasional dan menjadi agen perubahan dunia," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, di acara Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional, di Jakarta, Kamis (8/3).

Pada beberapa bidang penelitian, menurut Enny peneliti perempuan sebenarnya memiliki banyak keunggulan dibandingkan laki-laki. Misalnya saja di bidang genetika molekuler atau mikrobiologi yang membutuhkan ketelitan ekstra.

"Di bidang-bidang tertentu seperti genetika molekuler atau mikrobiologi, peneliti yang perempuan justru lebih mendominasi. Karena kan perempuan itu dikenal lebih tekun dan teliti untuk meneliti hal-hal yang kecil. Di LIPI, kami juga terus melengkapi laboratorium supaya lebih banyak perempuan yang tertarik menjadi peneliti," tutur Enny.

Mengenai tantangan yang harus dihadapi peneliti perempuan dalam membagi waktu antara tugasnya sebagai peneliti dan di rumah, menurut Enny perempuan sebetulnya memiliki kemampuan multitasking atau mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, sehingga hal tersebut jangan sampai menjadi hambatan.

"Kelebihan perempuan itu adalah multitasking. Tetapi memang perlu diasah terus, harus pintar-pintar membagi waktu agar tugasnya sebagai peneliti tidak sampai mengorbankan keluarga," imbuhnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon