Larang Gaga, Polisi Harus Adil Larang Budaya Timur Tengah
Selasa, 15 Mei 2012 | 12:59 WIB
Yang mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Basarah mengapresiasi sikap Polri yang tegas menolak memberikan ijin kepada konser Lady Gaga, yang dianggap terlalu vulgar dan mengekspresikan budaya Barat.
Namun, Polri juga diminta untuk berlaku adil dengan melarang juga ekspresi kelompok-kelompok yang terlalu mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah.
Basarah menyatakan pihaknya menyetujui bila Indonesia harus selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia.
"Dengan demikian, sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya Barat memang patut diapresiasi. Karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata Basarah, poltisi asal PDI Perjuangan, di Jakarta, Selasa (15/5).
Hanya saja, menurut dia, di sisi lain Polri tidak konsisten karena tak berani bersikap tegas terhadap upaya kelompok lain, yang juga ingin mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah. Padahal itu tak sesuai dengan cara-cara di ideologi Pancasila dan sistem demokrasi yang sudah disepakati negara.
"Pemerintah tidak boleh diskriminatif dalam menegakkan aturan. Jika terhadap pertunjukan manifestasi ideologi liberalisme-kapitalisme seperti konser Lady Gaga, berani mereka larang, maka terhada aksi unjuk rasa yang memaksakan ideologi yang diimpor dari Timur Tengah juga harus disikapi dengan tegas," tandasnya.
Dia melanjutkan, pelarangan dan pembubaran diskusi buku di Salihara adalah contoh nyata pemaksaan kehendak oleh orang-orang yang ingin memaksakan ideologi transnasional dari Timur Tengah menjadi praktek hukum di Indonesia.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Basarah mengapresiasi sikap Polri yang tegas menolak memberikan ijin kepada konser Lady Gaga, yang dianggap terlalu vulgar dan mengekspresikan budaya Barat.
Namun, Polri juga diminta untuk berlaku adil dengan melarang juga ekspresi kelompok-kelompok yang terlalu mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah.
Basarah menyatakan pihaknya menyetujui bila Indonesia harus selektif terhadap berbagai intervensi budaya asing atau ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia.
"Dengan demikian, sikap Polda Metro yang menolak memberikan izin panitia konser Lady Gaga yang akan mempertontonkan kebebasan berekspresi ala budaya Barat memang patut diapresiasi. Karena memang ekspresi panggung Lady Gaga dapat kita nilai sangat vulgar," kata Basarah, poltisi asal PDI Perjuangan, di Jakarta, Selasa (15/5).
Hanya saja, menurut dia, di sisi lain Polri tidak konsisten karena tak berani bersikap tegas terhadap upaya kelompok lain, yang juga ingin mempertontonkan secara vulgar budaya Timur Tengah. Padahal itu tak sesuai dengan cara-cara di ideologi Pancasila dan sistem demokrasi yang sudah disepakati negara.
"Pemerintah tidak boleh diskriminatif dalam menegakkan aturan. Jika terhadap pertunjukan manifestasi ideologi liberalisme-kapitalisme seperti konser Lady Gaga, berani mereka larang, maka terhada aksi unjuk rasa yang memaksakan ideologi yang diimpor dari Timur Tengah juga harus disikapi dengan tegas," tandasnya.
Dia melanjutkan, pelarangan dan pembubaran diskusi buku di Salihara adalah contoh nyata pemaksaan kehendak oleh orang-orang yang ingin memaksakan ideologi transnasional dari Timur Tengah menjadi praktek hukum di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




