Pembangunan Bandara Kediri, Kemhub Tunggu Rekomendasi Pemda
Jumat, 9 Maret 2018 | 15:55 WIB
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menunggu rekomendasi dari pemerintah daerah (pemda) sebelum menerbitkan penetapan lokasi (penlok) bandara baru di Kediri, Jawa Timur. Adapun inisiator pembangunan bandara ini adalah PT Gudang Garam Tbk.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Agus Santoso menjelaskan, inisiator swasta tersebut tengah mengajukan pengurusan izin prinsip pembangunan bandara. Setelah izin prinsip selesai, langkah yang harus ditempuh adalah penerbitan penlok. Namun, Kemhub menunggu rekomendasi dari pemda sebelum mengeluarkan penlok.
"Untuk bandara Kediri baru mengusulkan izin prinsip. Sedang diajukan. Kemudian (nanti) beralih ke penlok (penetapan lokasi), tetapi kami harus mendapatkan rekomendasi dari pemda setempat. Kemhub tidak bisa menetapkan sendiri tanpa adanya rekomendasi dari pemda setempat," kata Agus di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta pada Jumat (9/3).
Infrastruktur transportasi udara ini disiapkan sebagai bandara umum dan akan dibangun di atas lahan seluas 400 hektare (ha). Agus menjelaskan, dana pembangunan bandara di Kediri akan bersumber sepenuhnya dari swasta tanpa dukungan APBN. Namun, dia tidak menyebutkan, secara rinci besaran investasinya.
Agus menyatakan, jika direalisasikan, bandara di Kediri akan menjadi bandara ketiga yang diinisiasi sepenuhnya oleh badan usaha. Sebelumnya sudah ada Bandara Kulonprogo, Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT Angkasa Pura (AP) I dan bandara di Bintan yang digarap oleh Bintan Aviation Investment (BAI).
"Rencana bandara di Kediri ini greenfield ya, mulai dari pembebasan tanah, pengerjaan tanah, pematangan tanah, sampai konstruksi itu dipersiapkan murni oleh swasta. Jadi ini yang ketiga kali (pembangunannya murni) peran swasta. Pemerintah mendorong kesempatan bagi swasta untuk partisipasi membangun bandara yang bisa jadi titik tumpu pertumbuhan ekonomi," ungkap Agus.
Menurutnya, pembangunan bandara di Kediri layak direalisasikan karena di wilayah sekitarnya belum terdapat bandara. "Ada celah yang belum terjangkau (moda transportasi udara) di antara Kediri sampai Trenggalek," ungkap Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




