Bos Microsoft Dinobatkan Sebagai CEO Terburuk
Selasa, 15 Mei 2012 | 15:39 WIB
Ballmer dianggap telah menjauhkan Microsoft dari pasar teknologi paling berkembang pesat saat ini
Steve Ballmer yang menjabat sebagai CEO Microsoft, diberikan gelar sebagai CEO terburuk dalam perusahaan besar Amerika oleh majalah Forbes.
Ballmer dianggap telah menjauhkan Microsoft dari pasar teknologi paling berkembang pesat (mobile music, handsets, dan juga tablet).
Selain itu, Ballmer juga dianggap telah mengorbankan pertumbuhan serta keuntungan perusahaan lain dalam ekosistem Microsoft seperti Dell, HP, dan Nokia.
Ketika awal Ballmer masuk sebagai CEO Microsoft tahun 2000 silam, saham perusahaan tengah berada pada posisi tertinggi, US$ 60 per lembar.
Uniknya, dalam kurun dua tahun Ballmer menjabat, nilai saham Microsoft anjlok sampai ke angka US$ 20 per lembar.
Sekarang, saham perusahaan komputer terbesar di dunia itu telah beranjak naik kembali ke angka US$ 30 per lembar.
Menurut Adam Hartung, kontributor Forbes, sekarang ini Microsoft hanya perusahaan yang berkutat dengan PC dan software dan telah membuang kesempatan untuk memasuki pasar tablet serta membuang Zune, Windows CE dan beberapa produk mobile lainnya.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft hanya terus bergantung pada Windows 8 begitu pula dengan Dell, HP, Nokia.
Menurut Hartung, satu-satunya jalan meningkatkan kembali Microsoft dan menjadi pemimpin dalam tren pasar, adalah dengan menggantikan Ballmer dengan CEO lain yang lebih mengerti pergerakan dunia teknologi sekarang ini.
Selain Microsoft, perusahaan lain yang CEO nya juga termasuk dalam daftar terburuk adalah CEO Cisco, General Electric, Walmart dan Sears.
Steve Ballmer yang menjabat sebagai CEO Microsoft, diberikan gelar sebagai CEO terburuk dalam perusahaan besar Amerika oleh majalah Forbes.
Ballmer dianggap telah menjauhkan Microsoft dari pasar teknologi paling berkembang pesat (mobile music, handsets, dan juga tablet).
Selain itu, Ballmer juga dianggap telah mengorbankan pertumbuhan serta keuntungan perusahaan lain dalam ekosistem Microsoft seperti Dell, HP, dan Nokia.
Ketika awal Ballmer masuk sebagai CEO Microsoft tahun 2000 silam, saham perusahaan tengah berada pada posisi tertinggi, US$ 60 per lembar.
Uniknya, dalam kurun dua tahun Ballmer menjabat, nilai saham Microsoft anjlok sampai ke angka US$ 20 per lembar.
Sekarang, saham perusahaan komputer terbesar di dunia itu telah beranjak naik kembali ke angka US$ 30 per lembar.
Menurut Adam Hartung, kontributor Forbes, sekarang ini Microsoft hanya perusahaan yang berkutat dengan PC dan software dan telah membuang kesempatan untuk memasuki pasar tablet serta membuang Zune, Windows CE dan beberapa produk mobile lainnya.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft hanya terus bergantung pada Windows 8 begitu pula dengan Dell, HP, Nokia.
Menurut Hartung, satu-satunya jalan meningkatkan kembali Microsoft dan menjadi pemimpin dalam tren pasar, adalah dengan menggantikan Ballmer dengan CEO lain yang lebih mengerti pergerakan dunia teknologi sekarang ini.
Selain Microsoft, perusahaan lain yang CEO nya juga termasuk dalam daftar terburuk adalah CEO Cisco, General Electric, Walmart dan Sears.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




