Anies Ikut Bersihkan Lautan Sampah di Muara Angke
Senin, 19 Maret 2018 | 19:24 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut membersihkan lautan sampah bersama pasukan oranye di kawasan hutan bakau atau mangrove di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (19/3). Anies tiba di lokasi sekitar pukul 14.00. Sesampainya di sana, Gubernur DKI Jakarta langsung menyapa para pasukan oranye yang sedang bekerja. Anies yang saat itu datang dengan menggunakan baju dinasnya ikut mengeruk sampah-sampah tersebut dengan tangan kosong tanpa menggunakan sarung tangan.
Lautan sampah yang berada di kawasan mangrove Muara Angke mulai dibersihkan sejak Sabtu (17/3). Anies mengatakan ada lebih dari 400 orang yang dikerahkan untuk membersihkan sampah di kawasan tersebut dan hingga saat ini sudah terkumpul lebih dari 50 ton sampah dan diperkirakan masih ada lebih dari 50 ton lagi.
Anies mengatakan, hambatan yang dialami dalam mengangkut sampah adalah tidak bisa menggunakan alat berat karena medan yang tidak memungkinkan. Alat berat yang digunakan sebatas eskavator amfibi melalui laut.
"Karena tidak bisa diangkut, harus pakai kapal. Satu, pakai kapal fiber; dua, dengan tenaga manusia. Pakai alat pun pakai garpu, kalau dikeruk itu sulit mengangkatnya, mau tidak mau harus pakai tangan," jelas Anies, hari ini.
Sampah-sampah yang berada di lautan sampah ini merupakan sampah rumah tangga, seperti plastik, botol air kemasan, bungkus deterjen, dan bungkus mie instan. Fenomena sampah yang terjadi sejak akhir tahun 2017 ini disebabkan oleh angin barat yang membawa ombak cukup tinggi beserta dengan sampah-sampah. Setelah pembersihan sampah tersebut selesai, kawasan seluas 1,5 hektarini akan kembali difungsikan sebagai tempat budidaya mangrove dan ikan bandeng. Anies menargetkan proses pembersihan sampah akan selesai dalam waktu seminggu.
Selanjutnya sampah-sampah ini akan dibawa ke Bantar Gebang. Selain pasukan oranye, pembersihan sampah ini juga dibantu oleh Kodim 0502/Jakarta Utara dan Batalion Zikon 14. Gubernur Anies juga mengimbau masyarakat, khususnya masyarakat Jakarta agar tidak membuang sampah sembarangan.
Gubernur menyayangkan, sampah yang menumpuk hingga 2,5 meter adalah sampah rumah tangga (domestik). Artinya, masyarakat masih belum memiliki kesadaran membuang sampah.
"Mari buang sampah di tempatnya, jangan buang sampah sembarangan dan jangan buang sampah di sungai. Apalagi sampah plastik, karen mayoritas sampah-sampah di sini adalah sampah plastik yang luar biasa volumenya. Mari kita ubah perilaku, mari kita mengubah cara kita membuang sampah," tutup Anies
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




