Banjir Rusak Ratusan Ton Beras Bulog
Kamis, 22 Maret 2018 | 18:06 WIB
Mamuju - Ratusan ton beras di Gudang Simboro milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rusak diterjang banjir bandang, Kamis (22/3) pagi.
Pantauan pada Kamis siang, selain menjebol gudang, pagar terbuat dari beton di bagian depan dan samping kiri Kantor Bulog Divre Mamuju juga roboh menyusul banjir bandang dengan ketinggian hampir dua meter menerjang kawasan itu pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 Wita.
Bencana banjir juga merusak sejumlah barang di dalam Kantor Bulog Divre Mamuju.
"Banjir menerjang kawasan ini antara pukul 08.00 hingga 09.00 Wita. Ketinggian air hampir dua meter kemudian menjebol gudang serta merobohkan pagar bagian depan dan samping," kata Kepala Gudang Bulog Divre Mamuju Muhammad Arsalan saat ditemui, Kamis.
Gudang Simboro itu, kata Muhammad Arsalan, berkapasitas lebih dari 700 ton beras setar medium.
Beras yang ada di gudang Simboro yang jebol diterjang banjir bandang itu, lanjut dia, merupakan beras setara medium yang merupakan penyerapan bansos sebagai stok pangan.
"Kemungkinan, yang rusak dan tidak bisa lagi diolah karena basah, lebih dari setengah yang ada di dalam gudang yang jebol tersebut. Apalagi, banjir yang menerjang itu bercampur lumpur sehingga beras sudah tidak bisa dikonsumsi. Kami masih menunggu upaya pemindahan beras untuk memisahkan yang masih baik dengan yang rusak untuk dipindahkan ke gudang Bulog di Kalukku," terang Muhammad Arsalan.
Ia memprediksi, kerugian akibat jebolnya gudang dan rusaknya pagar serta kantor Bulog Divre Mamuju itu ditaksir hingga Rp 2 miliar.
"Kami masih mencoba membersihkan kantor dan mencari barang-barang yang bisa diselamatkan," katanya.
Banjir badang yang menerjang sebagian wilayah Kota Mamuju pada Kamis pagi itu disebabkan tingginya curah hujan yang melanda kawasan itu sejak Kamis dini hari.
Banjir disertai lumpur itu menyebakan ratusan rumah warga di empat kelurahan, yakni Kelurahan Karema, Binanga, Rimuku, dan Simboro.
Belum diperoleh keterangan resmi dari BPBD, baik dari Provinsi Sulbar maupun Kabupaten Mamuju terkait jumlah rumah dan korban akibat banjir bandang tersebut.
"Teman-teman di lapangan masih sementara mendata sehingga kami belum tahu berapa rumah warga yang rusak dan terdampak banjir bandang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Amrullah saat ditemui di lokasi banjir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




