Moeldoko: Pemimpin TNI 15 Tahun Mendatang Berasal dari Seskoad

Jumat, 23 Maret 2018 | 15:17 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Ratusan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), mendengarkan kuliah, Jumat (23/3/2018).
Ratusan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), mendengarkan kuliah, Jumat (23/3/2018). (istimewa)

Jakarta- Kepala Staf Kepresidenan yang juga mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko memberikan pembekalan dan kuliah umum di hadapan 278 perwira siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Jumat (23/3).

Dua tema besar yang disampaikan oleh Moeldoko di hadapan para perwira yang rata-rata berumur di bawah 40 tahun adalah tentang perubahan geopolitik-geoekonomi dan transformasi kepemimpinan di dalam TNI.

Disambut oleh Komandan Seskoad Mayjen TNI Kurnia Dewantara, Kepala Staf Kepresidenan sempat mengenang kembali masa-masa dirinya mengenyam pendidikan di sekolah calon pemimpin TNI ini.

"Saya dulu tidak membayangkan nama saya bisa tertulis di sini," ujar Moeldoko seraya menunjuk dinding menuju auditorium Gedung Gatot Subroto.

Pada dinding tangga sebelah kanan, tertulis nama-nama perwira siswa Seskoad terbaik dari setiap angkatan. Nama Moeldoko tertera di nomor 47, saat dirinya menjalani pendidikan di Seskoad pada 1994-1995.

Di dinding sebelah kiri tertera nama-nama alumni Seskoad yang dalam perjalanan kariernya meraih jenjang kepangkatan hingga bintang empat atau jenderal. Nama Moeldoko tercantum di nomor 34.

Oleh karena itu, Moeldoko memotivasi para siswa supaya pemimpin-pemimpin TNI pada unit-unit strategis dan penting di masa depan datang dari alumni sekolah ini.

"Saya dulu menjalani pendidikan pada 1995, dan kemudian memegang komando Panglima TNI pada 2013. Jadi, dalam 15-20 tahun mendatang, pemimpin TNI akan datang dari sekolah ini," ujar Moeldoko yang disambut tepuk tangan para siswa, termasuk perwira siswa dari 9 negara sahabat seperti Aljazair, Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, India, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut, pria kelahiran Kediri tersebut memaparkan pentingnya para siswa Seskoad mengenali model-model kepemimpinan dan menemukan model kepemimpinan yang paling efektif.

"Terdapat beberapa model kepemimpinan, di antaranya adalah kepemimpinan otoriter, demokratis, partisipatif, atau bebas. Tidak ada satu model yang menunjukkan paling hebat atau paling efektif. Hari ini, kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang memahami kebutuhan bawahan secara relatif dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan," kata Moeldoko.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon