REI Babel Dukung Pembentukan KEK Pariwisata
Jumat, 13 April 2018 | 16:30 WIB
Bangka Belitung - Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka, sudah diajukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemerintah Pusat. Pengembangan dua KEK ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui masuknya lebih banyak investasi di Pulau Bangka.
Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Bangka Belitung, Thomas Jusman mengungkapkan, keberadaan KEK bakal mendorong lebih banyak investasi baik dari luar daerah maupun luar negeri masuk ke provinsi tersebut. Saat ini diakui sudah ada investor yang melirik potensi ekonomi khususnya properti pariwisata di Babel, namun masih minim. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis untuk menarik lebih banyak lagi investor untuk menanamkan modalnya di Babel perlu dilakukan.
"Potensi (alam) sangat besar, dan sektor pariwisata merupakan masa depan buat daerah ini. Keindahan alam khususnya pantai adalah anugerah Tuhan untuk masyarakat Babel. Sekarang tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik, dan disini butuh dukungan kebijakan dari pemerintah baik pusat maupun daerah," kata Thomas, di Bangka, Jumat (13/4).
Salah satu upaya agar Babel semakin menarik bagi investor adalah dengan menyiapkan KEK pariwisata yang di dalamnya dilengkapi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait perizinan dan penanaman modal. Selain kemudahan fasilitas fiskal dan non fiskal, serta dukungan pengembangan infrastruktur kawasan.
KEK diharapkan menjadi objek wisata terintegrasi (integrated area tourism) yang dapat menggabungkan keindahan alam, seni budaya, wisata religi dan hingga wisata MICE (meetings, incentives, conferences, and events) dalam satu kawasan sekaligus.
"Karena itulah, kami mendukung penuh adanya KEK khusus pariwisata di Bangka untuk melengkapi KEK Tanjung Kelayang yang sudah mulai berjalan di Belitung," ungkap Thomas yang juga Ketua Kadin Provinsi Bangka Belitung.
Dia memberi contoh KEK Pantai Timur Sungailiat yang berlokasi di sekitar kawasan wisata Tanjung Pesona memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan perhotelan dan resort, wisata bahari, wisata budaya yang ada di Bangka terutama etnis Melayu dan Tionghoa yang cukup harmonis, sport tourism, agro tourism, bahkan wisata reliji.
Thomas yang menjadi memprakarsa KEK Pantai Timur Sungailiat mengaku keseluruhan luas lahan yang diusulkan sekitar 300 hektar di dalam 600 hektar (ha) kawasan pengembangan wisata.
"Lahan yang diajukan sudah clean and clear dan mendapat dukungan penuh dari Pemprov Bangka Belitung khususnya Gubernur Erzaldi Rosman Djohan, dan tinggal menunggu restu pemerintah pusat melalui Dewan Nasional KEK," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




