Isu Hoax Ancam Pilkada Jawa Barat
Selasa, 24 April 2018 | 09:44 WIB
Jakarta - Sportivitas demokrasi dalam pelaksanaan Pemilohan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) terancam dengan beredarnya isu hoax yang menyerang pasangan calon nomor 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Salah satu isu hoax yang dihembuskan itu mengenai dukungan dari Paguyuban Paranormal Jawa Barat untuk pasangan yang dikenal dengan nama DM4Jabar.
Wakil Sekretaris Tim Gabungan atau tim pemenangan pasangan DM4Jabar, Asep Suparman mengatakan beredarnya kabar hoax tersebut dapat merusak sportivitas demokrasi di Pilgub Jawa Barat. Asep mengaku tak tahu menahu organisasi atau paguyuban yang disebut dalam isu tersebut.
"Saya malah baru dengar ada paguyuban itu? Saya khawatir kemunculan organisasi dadakan tersebut merupakan pesanan dari pihak lain. Karena itu, saya meminta agar masyarakat tidak mudah terhasut atas beredarnya isu hoax tersebut," kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (24/4).
Asep meminta setiap pasangan calon untuk menjaga iklim kondusivitas demokrasi di Pilgub Jawa Barat. Pendidikan politik menurutnya, jauh lebih penting dibandingkan sekedar melemparkan isu yang meresahkan publik.
"Lebih baik kita menjaga kondusivitas. Saya yakin seluruh pasangan calon beserta tim menjunjung tinggi sportivitas. Saya juga yakin semuanya tidak menghalalkan segala cara," katanya.
Hal senada disampaikan Koordinator Umum Lembaga Pecinta Pilkada Damai, Rully Alfiady. Dikatakan, fenomena penyebaran isu hoax merupakan pelajaran buruk bagi demokrasi. Untuk itu, Rully meminta setiap pihak menghentikan penyebaran isu-isu hoax.
"Hal-hal seperti hoax dan semacamnya harus segera dihentikan. Saya kira ini preseden buruk bagi demokrasi dan masyarakat. Seluruh pemilih harus kita pandu agar memiliki informasi yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Tak hanya itu, Rully menegaskan penyebaran isu hoax merupakan cara-cara fitnah yang tidak termaafkan secara moral. Rully berharap agar seluruh stakeholder pemilu terutama Pilgub Jabar tidak menggunakan cara-cara yang tidak bermoral dalam praktik demokrasi.
"Fitnah kan lebih kejam dari pembunuhan. Maka, dalam kesempatan ini kami berharap agar seluruh pasangan calon berpijak pada nilai-nilai moral yang berlaku di tengah masyarakat," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




