KRPI Lakukan Aksi Buruh dengan Damai dan Tertib

Selasa, 1 Mei 2018 | 15:40 WIB
CF
FB
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FMB
Ketua Umum Konfedarasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Rieke Diah Pitaloka dan Ribuan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) menggelar karnaval dan deklarasi saat Perayaan Peringatan Hari Buruh Sedunia, Jakarta, 1 Mei 2018.
Ketua Umum Konfedarasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Rieke Diah Pitaloka dan Ribuan Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) menggelar karnaval dan deklarasi saat Perayaan Peringatan Hari Buruh Sedunia, Jakarta, 1 Mei 2018. (BeritaSatu Photo/Yudhi Sukma Wijaya)

Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei selalu diidentikkan dengan hari perlawanan para buruh pada pemerintah dan kapitalisme demi menuntut peningkatan kesejahteraan.

Tak jarang peringatan hari buruh diwarnai gesekan antara buruh dengan aparat penegak hukum dan sering menganggu pelayanan publik maupun transportasi di berbagai sudut ibukota.

Namun dalam perayaan May Day 2018 pada Selasa (1/5), puluhan ribu tenaga kerja dan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) membuat terobosan dengan menggerakkan massa dengan teratur, aman, dan yang terpenting penuh senyum dan sukacita.

Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka mengatakan dirinya bersama seluruh pekerja Indonesia lain memperjuangkan kesejahteraan dengan cara damai dan bahagia.

"May Day ingin kami perlihatkan sebagai wujud pergerakan dan perjuangan buruh dan pekerja dengan senyum dan tertib namun tetap memperjuangkan peningkatan kesejahteraan kaum pekerja Indonesia," ujar Rieke di simpang Jalan Silang Monas Barat Laut (depan Istana Merdeka), Jakarta Pusat, Selasa (1/5).

Aksi para buruh dibarengi dengan atraksi tanjidor dan sejumlah kesenian daerah untuk membuat para pekerja tetap kompak di tengah cuaca yang panas terik.

Adapula para buruh yang memiliki kreativitas untuk membunyikan sejumlah nada musik dari berbagai barang bekas seperti ban, ember, panci, periuk, dan berbagai benda bekas lainnya.

Aksi long march dari Patung Kuda Arjuna depan Kantor Kementerian Pariwisata hingga perimeter kawat berduri di Jalan Silang Monas Barat Laut depan Istana Merdeka juga berlangsung dengan aman dan tertib.

Para buruh tetap mengutamakan sterilisasi jalur bus Transjakarta agar bisa melintas, tidak membuang sampah sembarangan, serta selalu mengedepankan senyum dan yel-yel kompak menuntut kesejahteraan pekerja dan buruh.

Pada pukul 10.15 WIB para buruh sudah berada di depan sekitar 200 meter dari Istana Merdeka sesuai peraturan berlaku aksi unjuk rasa dan mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya.

Hingga tengah hari, para buruh semakin ramai karena kedatangan dari organisasi Konfederasi buruh lainnya dari pekerja Metal yang baru tiba dan mulai memenuhi bagian pembatas Jalan Medan Merdeka Barat dengan Jalan Medan Merdeka Utara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon