Di Banyuwangi, Pelajar Miskin Diberikan Uang Saku Setiap Hari
Rabu, 2 Mei 2018 | 17:25 WIB
Banyuwangi - Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan program pemberian uang saku dan transportasi setiap hari kepada para pelajar kurang mampu. Program ini diluncurkan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di rumah salah seorang pelajar penerima program tersebut, di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (2/5).
"Ini program pengaman bagi pelajar kurang mampu secara berkelanjutan. Kan untuk biaya pendidikannya sudah dibiayai pemerintah. Tapi mereka kadang terkendala transportasi ke sekolah, tidak ada uang saku. Program ini hadir untuk mereka," ujar Bupati Anas.
Anas berharap, program ini bisa membantu para pelajar kurang mampu untuk semakin giat bersekolah. "Uang saku yang diberikan tiap hari digunakan untuk membeli makanan di kantin sekolah, sehingga dia belajar dengan perut terisi dan gizi cukup, yang bisa menstimulasi otak dalam menerima materi pembelajaran. Semoga juga bisa meringankan beban keluarga kurang mampu," imbuh Anas.

Uang saku yang disediakan untuk siswa SD/MI sebesar Rp 5.000 tiap hari, SMP/MTs Rp 10.000 per hari, dan SMA/MA/SMK Rp 15.000 per hari, termasuk untuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Adapun uang transportasinya Rp 5.000 per hari. Jadi tiap hari, siswa SD akan menerima Rp 10.000, SMP Rp 15.000, SMA Rp 20.000.
"Untuk ukuran Banyuwangi, dana itu sudah cukup untuk membeli makanan bermutu bagi pelajar. Uang saku dan transportasi akan diberikan langsung ke siswanya," ujar Anas.
Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, program ini ditargetkan bisa menjaring 1.000 pelajar kurang mampu. Total dana yang disiapkan Rp1,9 miliar. "Nanti dievaluasi lagi, bisa ditambah pada pertengahan tahun saat penyusunan APBD Perubahan, sehingga jumlah penerimanya akan semakin banyak," kata Sulihtiyono.
Dia menjelaskan, saat ini verifikasi penerima program terus dikebut. Verifikasi dilakukan agar tidak bersinggungan dengan program lainnya, karena Pemkab Banyuwangi juga mempunyai sejumlah program lain untuk pelajar kurang mampu. Di antaranya program tabungan pelajar kurang mampu yang memberikan tabungan untuk 2.800 siswa.
"Jadi yang sudah dapat tabungan, tidak mendapat bantuan uang saku dan transportasi harian ini," paparnya.
Wanda Putri, pelajar SMK PGRI 1 Giri, merasa senang mendapatkan program ini. "Senang sekali dapat uang saku dan uang transportasi setiap hari. Bahkan, ini ada sisanya, bisa ditabung," ujar gadis berusia 16 tahun itu.
Kegembiraan juga dirasakan Marlina (34 tahun), orang tua pelajar Ahmad Rafi yang menerima program tersebut. "Uang yang biasa diberikan untuk uang saku anaknya bisa ditabung atau membeli kebutuhan lainnya," ujar ibu tiga anak itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




