Pelindo IV Akan Terbitkan Obligasi Rp 5 Triliun
Jumat, 4 Mei 2018 | 17:19 WIB
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) segera menerbitkan obligasi dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun paling lambat Juni 2018 mendatang. Dana hasil penerbitan obligasi bakal digunakan untuk refinancing dan investasi pengembangan sejumlah pelabuhan dan peralatan bongkar muat sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi laut.
Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV Farid Padang mengatakan, dana obligasi akan diserap secara bertahap dan sesuai kebutuhan. Hal itu dilakukan agar perseroan tidak terbebani oleh bunga pinjaman hasil obligasi.
"Saat ini proses persiapannya sedang berjalan, diharapkan Juni sudah bisa kami launching. Nantinya, tahap awal kita akan pakai Rp 3 triliun, kalau itu sudah terpakai maksimal baru kami tarik lagi Rp 2 triliun," kata Farid dalam keterangan tertulis, Jumat (4/5).
Pada tahap awal, dana sebanyak Rp 3 triliun akan digunakan untuk kebutuhan refinancing sebesar Rp 1,8 triliun dan sisanya Rp 1,2 triliun akan dipakai perseroan untuk belanja modal investasi. Rencana perseroan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri BUMN Rini Soemarno.
Proyek-proyek yang bakal didanai lewat penerbitan obligasi ini adalah percepatan pembangunan Makassar New Port, pengembangan terminal petikemas di International Hub Port (IHP) Bitung, Kendari New Port, serta Pelabuhan Pantoloan (Palu). Termasuk juga untuk menambah alat bongkar muat container crane (CC) dan rubbert tyred gantry (RTG) muat di sejumlah pelabuhan.
"Ini akan bisa semakin mendorong akselerasi. Di samping dana obligasi, kami juga telah menyiapkan investasi internal sebesar Rp 3,4 triliun. Kami concern dalam mempercepat konektivitas laut demi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim," tutup Farid.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




