Terkait Lady Gaga, Indonesia Butuh Lembaga Sensor Pertunjukan
Minggu, 20 Mei 2012 | 20:12 WIB
Masuknya budaya asing tidak mungkin ditolak di era globalisasi. Kita perlu filter.
Gerakan Pemuda Anshor meminta pemerintah untuk segera membentuk Lembaga Sensor Pertunjukan, atau memberdayakan Lembaga Sensor Film untuk membantu mereka menentukan jenis pertunjukan apa yang boleh atau pun tidak boleh digelar di Indonesia.
Hal ini sebagaimana dimaksudkan oleh Nusron Wahid, Ketua GP Anshor untuk menghindari berbagai macam tekanan bagi pemerintah saat mengambil keputusan tentang perlu tidaknya sebuah pertunjukan di Indonesia diberikan ijin.
"Masuknya budaya asing tidak mungkin kita tolak di era globalisasi ini, tapi kita perlu filter. Harus ada lembaga untuk memberikan saran ke pemerintah sehingga ke depan tidak ada kejadian lagi seperti Lady Gaga ditolak tanpa alasan. Jadi negara nantinya juga tidak memutuskan berdasarkan tekanan, tapi kajian," kata Nusron di Jakarta hari ini.
Ketika ditanya mengenai perlu tidaknya konser Lady Gaga diberikan izin di Indonesia, Nusron mengatakan bahwa organisasinya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah. Menurutnya, Pemerintah punya hak dan otoritas menilai dan memutuskan perlu tidaknya pemberian izin Lady Gaga.
"Memang unsur masyarakat seperti NU, Anshor atau yang lain memberikan masukan agar pemerintah bisa ambil keputusan secara bijak," kata Nusron.
"Dan saat itu, Anshor berpendapat bahwa kita harus mulai memikirkan wadah untuk proteksi atas masuknya budaya asing, supaya dengan wadah itu budaya kita bisa tetap terlindungi," tambahnya.
Gerakan Pemuda Anshor meminta pemerintah untuk segera membentuk Lembaga Sensor Pertunjukan, atau memberdayakan Lembaga Sensor Film untuk membantu mereka menentukan jenis pertunjukan apa yang boleh atau pun tidak boleh digelar di Indonesia.
Hal ini sebagaimana dimaksudkan oleh Nusron Wahid, Ketua GP Anshor untuk menghindari berbagai macam tekanan bagi pemerintah saat mengambil keputusan tentang perlu tidaknya sebuah pertunjukan di Indonesia diberikan ijin.
"Masuknya budaya asing tidak mungkin kita tolak di era globalisasi ini, tapi kita perlu filter. Harus ada lembaga untuk memberikan saran ke pemerintah sehingga ke depan tidak ada kejadian lagi seperti Lady Gaga ditolak tanpa alasan. Jadi negara nantinya juga tidak memutuskan berdasarkan tekanan, tapi kajian," kata Nusron di Jakarta hari ini.
Ketika ditanya mengenai perlu tidaknya konser Lady Gaga diberikan izin di Indonesia, Nusron mengatakan bahwa organisasinya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah. Menurutnya, Pemerintah punya hak dan otoritas menilai dan memutuskan perlu tidaknya pemberian izin Lady Gaga.
"Memang unsur masyarakat seperti NU, Anshor atau yang lain memberikan masukan agar pemerintah bisa ambil keputusan secara bijak," kata Nusron.
"Dan saat itu, Anshor berpendapat bahwa kita harus mulai memikirkan wadah untuk proteksi atas masuknya budaya asing, supaya dengan wadah itu budaya kita bisa tetap terlindungi," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




