Pemprov Jabar Perlus Segera Realisasikan TPA Regional Cimajayukuning

Senin, 7 Mei 2018 | 20:43 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Aktifis dari Komunitas Peduli Lingkungan, Asep Auludin (kanan) berbincang dengan calon gubernur Jawa Barat Tb Hasanuddin di antara gunungan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin, 7 Mei 2018.
Aktifis dari Komunitas Peduli Lingkungan, Asep Auludin (kanan) berbincang dengan calon gubernur Jawa Barat Tb Hasanuddin di antara gunungan sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin, 7 Mei 2018. (Istimewa/Asni Ovier)

Cirebon - Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), semakin membuat masyarakat sekitar resah. Pasalnya, tumpukan sampah yang seakan tak pernah berkurang itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi lingkungan sekitar, seperti bau yang tidak sedap hingga pencemaran air Sungai Cisanggarung yang berada tidak jauh dari TPA tersebut.

Calon gubernur Jabar nomor urut dua, Tb Hasanuddin (Kang Hasan) meninjau TPA yang sudah darurat polusi tersebut guna memastikan keadaan yang dihadapi oleh masyarakat. Dikatakan, sudah saatnya TPA Ciledug memiliki lahan baru agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat serta tidak menimbulkan berbagai penyakit, sebab lokasi TPA itu dekat dengan fasilitas publik, seperti jalan raya dan pemukiman warga.

"TPA ini terlalu dekat dengan jalan umum. Seharusnya, paling tidak berjarak empat kilometer dari jalan umum. Jadi, harus disiapkan TPA yang baru," kata Kang Hasan saat berbincang dengan aktivis peduli lingkungan di daerah tersebut dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (7/5).

Menurut dia, keadaan tersebut tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Karena itu, Kang Hasan mendorong Pemerintah Provinsi Jabar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Regional Cimajayukuning, yang sudah lama digagas. "Menurut informasi yang saya dapatkan, sudah ada nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Pemprov Jawa Barat terkait TPA regional. Bahkan, sudah ada perda, tetapi hingga saat ini belum juga terwujud," ujar dia.

Untuk itu, Kang Hasan menegaskan kesiapannya untuk merealisasikan pembangunan TPA regional tersebut jika terpilih menjadi gubernur Jawa Barat lima tahun ke depan. "Kalau dibiarkan seperti ini, yang rugi adalah masyarakat. Kalau memang tidak ada tindak lanjut, saya yang akan merealisasikan TPA regional itu," tegasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Jawa Barat, ujar Kang Hasan, pihaknya juga akan nenggulirkan program Turkamling (infrastuktur, keamanan, dan lingkungan). Di dalam program itu, salah satu langkah adalah melakukan pengelolaan sampah secara terpadu, baik limbah industri maupun sampah rumah tangga.

Bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton), Kang Hasan juga akan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memberikan pelatiha tentang mengelola sampah dengan baik agar tidak mencemari lingkungan.

"Masalah lingkungan itu satu hal yang vital, karena menyangkut keberlangsung hidup masyarakat. Apalagi, daerah perbatasan seperti Ciledug, ibaratnya, perbatasan sebagai etalase suatu daerah," ujarnya. TPA Ciledug berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah dan bersentuhan dengan Sungai Cisanggarung.

Aktivis dari Komunitas Peduli Lingkungan, Asep Auludin mengatakan, kondisi sampah di TPA Ciledug cukup dilematis dan sudah termasuk dalam kategori kejahatan lingkungan. Sampah di TPA tersebut, kata dia, sudah mencemari pinggiran sungai dan menyebabkan penyakit yang menyebar melalui aliran sungai tersebut.

"Sampahnya sudah menjadi polusi udara dan pencemaran air baku. Ini bisa disebut kejahatan lingkungkan, karena sampah itu langsung mencemari sungai yang akhirnya menyebar luas," katanya. Asep berharap, Pemprov Jabar segera mengembalikan fungsi alami sungai, yang sudah tercemar oleh tumpukan sampah tersebut dengan menutup TPA Ciledug serta memindahkannya ke tempat yang jauh dari aliran sungai maupun pemukiman warga.

Dengan demikian, kata dia, kualitas air di Sungai Cisanggarung kembali normal dan tidak membahayakan masyarakat. "Harapan kami, segera ditutup. Kondisi hidrologi dan ekologinya dikembalikan lagi melalui restorasi sungai," tutur dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon