Diaz Hendropriyono Siap Jadikan PKPI Sebagai Partai Besar

Senin, 14 Mei 2018 | 17:10 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, dalam acara talkshow #pemimpinzamannow di Paris Van Java, Bandung, Sabtu, 4 November 2017.
Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, dalam acara talkshow #pemimpinzamannow di Paris Van Java, Bandung, Sabtu, 4 November 2017. (Istimewa)

Jakarta - Diaz Faisal Malik Hendropriyono telah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) secara aklamasi dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PKPI di Wisma Sekar Wijaya Kusuma, Jakarta Timur, 13-14 Mei 2018.

Pada saat pidato politik di acara penutupan KLB, Diaz menegaskan bahwa dirinya siap menjalankan amanat yang dipercayakan oleh para kader dan senior PKPI untuk membawa PKPI menjadi partai besar.

"Saya ingin mengaturkan rasa terima kasih yang mendalam atas mandat yang diberikan oleh seluruh pimpinan PKPI, khususnya kepada Bapak Try Sutrisno, yang menaruh kepercayaan besar kepada diri saya secara pribadi. Insya Allah, saya nyatakan siap membawa partai ini, sebagai partai yang lebih besar," ujar Diaz di acara penutupan KLB tersebut.

Acara penutupan KLB ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Dewan Penasihat PKPI Try Sutrisno dan Ketum PKPI Periode 2016-2018 AM Hendropriyono.

Diaz mengaku tidak mudah memimpin PKPI jika melihat tantangan yang dihadapi PKPI sejak berdiri sampai saat ini. Namun, dia yakin bisa menjalankan amanat tersebut dengan dukungan para kader dan para senior PKPI.

"PKPI bukanlah partai baru, PKPI saat ini berumur 18 tahun. Sebagai partai yang beranjak dewasa, PKPI memiliki kewajiban yang lebih besar, tanggung jawab yang lebih berat, dan tantangan yang lebih dinamis," ungkap dia.

Salah satu tantangan ke depan, kata Diaz adalah perubahan dunia yang disertai perkembangan teknologi yang canggih. Menurut dia, perubahan tersebut bukan pilihan, tetapi keharusan dan keniscayaan.

"PKPI harus mengerti dunia ini mengalami perubahan yang pesat, khususnya perkembangan teknologi yang mempengaruhi seluruh lini baik kebangsaan maupun secara individu," tandas dia.

Beberapa dekade lalu, katanya, industri ekstraktif menjadi penopang perekonomian suatu negara. Namun, sekarang suatu negara tak bisa maju tanpa ditopang ide dan inovasi yang berkelanjutan.

"Tantangan kita adalah bagaimana caranya partai ini mengikuti perubahan dunia saat ini dan merespon perubahan karena teknologi. Dan ini sering disampaikan Bapak Presiden dan ini yang kita godok di partai," kata dia.

Dalam waktu dekat, lanjut Diaz, dirinya dan para formatur yang telah dipilih dalam KLB akan menyusun struktur kepengurusan baru PKPI. Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari konsolidasi partai dari tingkat pusat sampai daerah, seraya mempersiapkan diri menghadapi pendaftaran calon legislatif dari PKPI.

"Di awal kami diberi waktu 7 hari untuk membentuk kepengurusan di tingkat pusat. Dan kemudian menguber pendaftaran caleg untuk pileg ke depan," pungkas dia.

Setelah penetapan Ketum Terpilih, Kongres juga menetapkan tim formatur yang langsung dipimpin Diaz Hendropriyono dengan anggota yang dipilih berdasarkan keterwakilan seluruh wilayah Indonesia, yaitu Ramses Wally mewakili Papua dan Maluku, Yan Mboeik mewakili Jawa Bali dan Nusa Tenggara, Ronald H Pauner mewakili Sulawesi dan Kalimantan serta Juliski Simorangkir mewakili Pulau Sumatera.

Formatur dari unsur pendiri partai yaitu Tri Sutrisno dan kader utama partai partai AM Hendropriyono. Formatur ini diberi waktu seminggu untuk menyusun pengurus dan segera didaftarkan ke Menkumhan untuk disahkan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon