Wiranto: Aparat Butuh Perluasan Kewenangan Berantas Terorisme

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:12 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (tengah) bersama para Sekjen Parpol pendukung pemerintah memberi keterangan seusai menggelar pertemuan di rumah dinas Menko Polhukam, Jakarta, Senin 14 Mei 2018.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (tengah) bersama para Sekjen Parpol pendukung pemerintah memberi keterangan seusai menggelar pertemuan di rumah dinas Menko Polhukam, Jakarta, Senin 14 Mei 2018. (SP/Joanito De Saojoao/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengatakan, aparat keamanan membutuhkan perluasan kewenangan dalam memberantas teroris. Kewenangan yang dimiliki saat ini, dinilai sangat sempit dan hanya bertindak setelah ada kejadian. Padahal, yang penting adalah tindakan pencegahan (preventif) agar aksi teroris tidak terjadi.

"Bolak-balik saya katakan, yang dicari aparat keamanan adanya payung hukum yang dapat membuat mereka lebih leluasa untuk bertindak, melakukan langkah-langkah preventif," kata Wiranto, di Kementerian Polhukam, Jakarta, Rabu (16/5).

Wiranto menjelaskan, jika tetap memakai Undang-undang (UU) yang berlaku sekarang, maka tindakannya setelah ada kejadian dan korban. Model tersebut, lanjut dia, membuat sel-sel teroris terus bekerja karena tidak bisa dicegah atau ditangkap pada saat masih merencanakan.

"Kita perjuangkan dan enggak usah jadi polemik. Itu sesuatu yang sangat wajar aparat keamanan perlu senjata. Senjatanya apa, ya payung hukum itu," jelas Wiranto.

Saat ditanyakan soal menghidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk pemberantasan teroris, Wiranto menegaskan, masalah itu adalah terkait teknis dalam pemberantasan teroris. Pihaknya tidak mau menjelaskan karena sudah menyangkut strategi dalam menghadapi teroris.

‎"Ya, enggak usah. Itu namanya teknis. Enggak bisa teknis kok dijelaskan kepada publik," tutup Wiranto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon