Kenapa Korban Bom Thamrin Peluk Aman Abdurrahman?

Jumat, 18 Mei 2018 | 17:34 WIB
BM
FB
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: FMB
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018.
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018. (Antara)

Jakarta - Ipda Denny Maheiu, korban ledakan Bom Thamrin, sempat terlihat memeluk terdakwa Aman Abdurrahman usai memberikan kesaksian kasus Bom Thamrin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/2) lalu.

Denny pun mengungkapkan alasan memeluk aman, pada persidangan tuntutan, di PN Jakarta Selatan, hari ini. Ketika itu, dia menyampaikan kepada Aman kalau dirinya asli Cirebon, sama-sama berasal dari Jawa Barat, dan dirinya bukan toghut.

"Waktu sidang beberapa waktu lalu kenapa saya peluk Aman Abdurrahman, saya bilang Aman itu orang Sumedang, sedangkan saya sendiri kan asli Cirebon. Berdasarkan itu, ya sama-sama suku dari Jawa Barat, hanya saya berikan pesan bahwa saya bukan toghut. Saya orang Islam. Karena pedomannya satu Alquran," ujar Denny, di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Dikatakannya, kalau dirinya membunuh, lalu dibunuh itu adalah tindakan wajar. "Saya nggak melakukan pembunuhan, saya juga dikasih bom. Saya ya nggak terima kalau hati nurani saya," ungkapnya.

Kendati demikian, Denny menyampaikan, dirinya menyerahkan kepada proses hukum karena semuanya sudah terjadi.

"Mau dikasih maaf, orang ditempeleng saja dituntut kok. Saya kena bom saya maafin orang, tapi ya sudahlah, sudah terjadi," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon