Kang Dedi Tawarkan Konsep Kesetaraan dalam Menata Permukiman

Selasa, 22 Mei 2018 | 21:28 WIB
FS
AO
Penulis: Fana F Suparman | Editor: AO
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi) berdialog dengan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi, Jabar, Senin, 21 Mei 2018.
Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi) berdialog dengan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi, Jabar, Senin, 21 Mei 2018. (Istimewa/Fana Suparman)

Bekasi - Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi) menaruh perhatian terhadap kondisi permukiman di sekitar perumahan elite. Tak jarang, rumah-rumah tersebut dalam kondisi tidak layak huni dan menimbulkan kesenjangan bila dibandingkan dengan perumahan elite yang ada di dekatnya.

Untuk itu, Kang Dedi menyatakan, permukiman sekitar perumahan elite harus setara dengan kondisi perumahan itu sendiri. Hal ini dikatakan Dedi saat memenuhi undangan warga Jalan Baru Prima, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi, Senin (21/5). "Ada kajian komprehensif yang sudah kami lakukan. Konsepnya, penataan kampung di seluruh Jawa Barat. Ini kami lakukan agar tidak ada kesenjangan antara perumahan elite dengan permukiman warga di sekitarnya," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (22/5).

Tak hanya dari segi kelayakan hunian, Dedi yang juga mantan Bupati Purwakarta mengatakan, berdasar kajian yang dilakukan pihaknya, penataan kampung di Jawa Barat harus mencakup berbagai fasilitas umum, seperti, lapangan, taman, sungai dan jalanan umum. Menurutnya, berbagai fasilitas umum di permukiman warga yang ditata ini harus setara dengan fasilitas di perumahan elite.

"Kesetaraan juga harus terjadi dalam hal fasilitas umum. Kita lakukan penataan rumah warga. Kita juga lakukan penataan fasilitas umumnya. Sungainya kita tata, lingkungannya kita tata. Masyarakat setempat harus menjadi tuan di rumahnya sendiri," tegasnya.

Selain menata rumah warga di perkotaan, pemukiman warga di pedesaan dan pesisir turut menjadi perhatian Dedi yang juga budayawan Jawa Barat ini. Dikatakan, zonasi wilayah pedesaan amat penting menjadi referensi. Hal ini lantaran, desa merupakan lumbung pangan bagi seluruh warga baik di pedesaan maupun perkotaan. Untuk itu, lahan pertanian tidak boleh terganggu oleh pengembangan permukiman.

"Zonasi harus konsisten dan dipatuhi bersama-sama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, di pedesaan kita atur agar pengembangan perumahan tidak boleh mengganggu lahan pertanian," katanya.

Selain itu, perkampungan nelayan di pesisir utara Jawa Barat pun akan dilakukan penataan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukannya selama ini, Dedi mengungkapkan, mayoritas perkampungan di wilayah pesisir terkesan kumuh. "Di garis pantai utara itu kita perbaiki perkampungannya, kita tata ulang. Para nelayan harus kita prioritaskan," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon