Warga Perbatasan Nunukan Nikmati Listrik Tenaga Surya

Selasa, 22 Mei 2012 | 00:39 WIB
AI
B
Penulis: Antara/Ririn Indriani | Editor: B1
Seorang warga menghidupkan alat pembangkit listrik rumahan bertenaga surya untuk menyalakan lampu di rumahnya.
Seorang warga menghidupkan alat pembangkit listrik rumahan bertenaga surya untuk menyalakan lampu di rumahnya. (Antara/Ari Bowo Sucipto)
Telah beroperasi sejak dua hari lalu dan dibagikan secara gratis.

Warga perbatasan khususnya di Kampung Lordes, Dusun Perjoko, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur, kini mulai menikmati penerangan menggunakan energi tenaga surya.

Anton Widodo, Koordinator Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kampung itu, mengatakan, PLTS ini telah beroperasi sejak dua hari lalu.

"PLTS ini didistribusi kepada 58 dari 84 kepala keluarga (KK) warga Kampung Lordes yang berbatasan darat dengan Tawau, Malaysia," jelasnya, Senin (21/5).

PLTS, lanjut Anton, merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam rangka mengimplementasikan tema "Perbatasan Terang Benderang".

Ia menambahkan, masih ada warga yang belum mendapatkan fasilitas PLTS di rumah-rumah mereka. Karenanya program ini akan terus dilakukan secara bertahap.

"26 KK lainnya akan dipasangi sambungan jaringan PLTS pada tahap berikutnya," tuturnya.

PLTS ini, menurut Anton, dibagikan secara gratis kepada warga Kampung Lordes.

"Kami masih melakukan pendataan lagi untuk pemasangan berikutnya," ujarnya.

Dengan adanya penerangan menggunakan tenaga surya ini, lanjutnya, masyarakat di Kampung Lordes ini sangat bersyukur.

"Sebab, selama kampung ini dihuni warga sejak 1997 silam, baru kali ini menikmati penerangan listrik, walaupun kapasitasnya masih terbatas," imbuh Anton.

Masyarakat Kampung Lordes, kata dia, bersyukur sekali dengan adanya pembagian PLTS ini.

Sebab selama ini, menurut pengakuan seorang warga, ada sebagian kecil masyarakat yang ekonominya relatif sudah mampu, hanya menggunakan mesin diesel (genset).

Suster Dora, demikian nama warga yang biarawati asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, juga mengungkapkan pada pertemuan dengan pihak PLN ini, masyarakat di Lordes bertahun-tahun hidup dalam suasaan 'gelap gulita'.

"Sementara negara tetangga Malaysia pada malam hari tampak terlihat sangat terang. Makanya kami patut bersyukur dengan adanya fasilitas PLTS ini," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon