Dedi Mulyadi Janjikan Pekerja Informal Dapat Asuransi

Rabu, 23 Mei 2018 | 16:03 WIB
FS
YD
Penulis: Fana F Suparman | Editor: YUD
Dedi Mulyadi, calon wakil gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi, calon wakil gubernur Jawa Barat. (istimewa)

Bekasi - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk menggulirkan program asuransi bagi para pekerja informal di Jawa Barat. Asuransi ini diberikan lantaran sektor informal dinilai Dedi sangat membutuhkan advokasi dari pemerintah.

Janji menggulirkan asuransi bagi pekerja informal ini disampaikan Dedi saat bertemu seorang pemulung bernama Ernah (62), di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Selasa (22/5).

Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan, negara harus hadir di tengah kehidupan para pekerja informal. Terutama saat para pekerja informal memasuki hari tua.

"Sejak awal saya katakan, harus ada perlindungan dan jaminan untuk para pekerja informal di hari tua mereka. Pemerintah harus hadir," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima SP di Jakarta, Rabu (23/5).

Secara teknis, Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi membeberkan asuransi tersebut bisa berupa asuransi kesehatan dan jaminan pendidikan untuk anak-anak para pekerja informal. Selain itu, akses terhadap perumahan pun harus diberikan oleh pemerintah untuk mereka.

"Bentuknya bisa jaminan kesehatan khusus pekerja informal. Pendidikan anak-anak mereka juga harus diperhatikan. Ditambah, mereka sangat butuh akses mendapatkan perumahan, itu harus kita dorong," paparnya.

Dalam pertemuannya dengan Dedi, Mak Ernah menuturkan kegetiran hidupnya sebagai seorang pemulung. Dengan usia yang tak lagi muda, Ernah mengaku masih harus mengais rezeki di tempat-tempat kotor demi sesuap nasi.

Ikhtiar harian ini terpaksa diakukannya lantaran sang suami sudah tidak bisa bekerja. Selain karena usia lanjut, masalah kesehatan menjadikan suaminya tidak bisa keluar rumah.

"Hasil mulung paling cukup buat makan sehari-hari. Suami sudah enggak kerja. Repot pak, rumah sering kebanjiran," katanya.
Menurut Dedi Mulyadi, usia yang sudah tidak produktif memang sering menjadi beban keluarga. Karena itu, dirinya memandang penting kebijakan asuransi ini untuk disegerakan pemberlakuannya.

"Harus disegerakan ini, Mak Ernah lain sangat banyak di Jawa Barat. Teknisnya, ada kerja sama pemerintah kabupaten atau kota dengan provinsi soal basis data yang kuat. Sehingga program ini bisa tepat sasaran," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon