Saat Puti Soekarno Renungi Kreativitas dan Nasionalisme WR Supratman

Rabu, 23 Mei 2018 | 20:31 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, berziarah ke makam pahlawan nasional Wage Rudolf Supratman di kawasan Rangkah, Kota Surabaya, Rabu (23/5)
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, berziarah ke makam pahlawan nasional Wage Rudolf Supratman di kawasan Rangkah, Kota Surabaya, Rabu (23/5) (Istimewa)

Surabaya - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam pahlawan nasional Wage Rudolf (WR) Supratman di kawasan Rangkah, Kota Surabaya, Rabu (23/5).

Cucu Bung Karno itu merenungkan jiwa nasionalisme dan kreativitas pencipta lagu Indonesia Raya tersebut. Puti datang menjelang sore, saat ngabuburit, mengisi waktu menjelang buka puasa. "Saya memilih untuk berziarah ke Makam WR Supratman," kata dia.

Kawasan Rangkah sendiri, merupakan kawasan padat penduduk. Rangkah juga dikenal sebagai basis penting pemilih PDI Perjungan (PDIP), salah satu partai politik (Parpol) pengusung Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. "Banyak warga masyarakat menunggu kehadiran Mbak Puti di sini," kata Baktiono, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Surabaya.

Kehadiran Puti Soekarno memang ditunggu oleh banyak warga di kawasan Rangkah dan sekitarnya. "Kami ingin bertemu Mbak Puti, cucu Bung Karno," kata Suwanto, Ketua PAC PDIP Tambaksari.

Di pusara WR Supratman, Puti menaburkan bunga segar. Sejenak suasana menjadi khidmat. Puti terlihat memanjatkan doa untuk musisi yang tumbuh di zaman pergerakan Indonesia itu.

"Semoga almarhum dan semua pejuang bangsa ini mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan seluruh amal baktinya diterima," kata Puti.

Bagi Puti, buah karya WR Supratman sungguh inspiratif. Selain lagu Indonesia Raya, seniman berkacamata itu juga menciptakan lagu Di Timur Matahari tahun 1931, dan Matahari Terbit tahun 1938.

WR Supratman juga menciptakan lagu Ibu Kita Kartini, dimana lagu itu abadi sampai sekarang. Setiap Hari Kartini, lagu itu seolah menjadi 'lagu wajib' yang dinyanyikan terutama oleh kalangan pelajar.

Ada pun lagu Indonesia Raya diciptakan WR Supratman tahun 1928, kemudian diperdengarkan di forum Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Puti Soekarno menyebut lagu-lagu itu menunjukkan jiwa kebangsaan WR Supratman yang matang. Terlebih lagu Indonesia Raya yang 3 stanza, menurut Puti, terkandung banyak makna dan doa bagi negeri Indonesia ini.

"Ada doa untuk persatuan Indonesia. Dalam kesempatan ini, saya mengatakan agar warga Jawa Timur menguatkan persatuan dan kesatuan. Ini anugerah Allah SWT tentang kebhinekaan di negeri ini," kata dosen tamu Kokhusikan University Jepang itu.

Bagi kalangan milenial, lanjut Puti, kreativitas WR Supratman dalam menciptakan lagu sangat layak untuk menjadi panutan. WR Supratman juga dikenal ahli bermain biola.

"Kreativitas yang mengalir dalam jiwa kebangsaan, jiwa nasionalisme Indonesia, sangat layak ditiru generasi milenial," kata Puti yang juga piawai memainkan sejumlah alat musik.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon