PDIP Jatim Bikin Konten Khusus Ramadan dan Lebaran di Medsos

Kamis, 24 Mei 2018 | 16:02 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
DPD PDIP Jawa Timur memproduksi sejumlah konten khusus menyambut Ramadan dan Idul Fitri.
DPD PDIP Jawa Timur memproduksi sejumlah konten khusus menyambut Ramadan dan Idul Fitri. (Istimewa)

Surabaya - DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur (Jatim) memproduksi sejumlah konten khusus menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Partai berlambang banteng ini bakal merilis konten-konten tersebut dalam sebulan ke depan di berbagai saluran media sosial (medsos) dan aplikasi pengiriman pesan (social messenger).

"Bentuknya infografis, video, dan semacam seri film singkat. Kami kemas fun, ringan, namun tetap inspiratif dan mengandung pesan yang kuat, seperti soal kebangsaan dan kasih sayang orang tua," ujar Ketua PDIP Jatim, Kusnadi, di Surabaya, Kamis (24/5).

Kusnadi mengatakan, dalam era saat ini, pemasaran politik tidak melulu dilaksanakan dengan konsep hard selling. "Justru dengan gaya baru dan tampilan visual menarik, pesan bisa tersampaikan dengan baik. Bahkan, ada konten yang kami bikin, sama sekali tidak bicara partai, tapi hanya berisi pesan-pesan edukatif ke publik. Ini model pemasaran politik baru yang kami mulai di Jatim," kata Kusnadi yang juga wakil ketua DPRD Jatim.

Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno menambahkan, sejumlah konten yang diproduksi dalam menyambut Ramadan ini antara lain berbentuk video dan seri film singkat. Terdapat dua tema besar, yaitu #NgajiAsyik dan Langkah Kecil Perjuangan.

#NgajiAsyik berisi lima seri video terkait materi keagamaan dengan gaya yang ringan, disampaikan oleh seorang ustaz. Beberapa bahasan yang disajikan antara lain Sukaria Menyambut Ramadan, Baper Maksimal, Baper Minimal, Tarawih Zaman Now, Ramadan Tak Pernah PHP, dan Kebaikan Seperti Balapan, Harus Dilombakan.

"Adapun dalam tema Langkah Kecil Perjuangan kita hadirkan dua seri kisah inspiratif tentang arti pengorbanan dan makna tanggung jawab," kata Sri Untari.

Legislator DPRD Jatim asal Malang itu menambahkan, medsos dan social messenger dipilih sebagai medium karena bisa lebih efektif dalam menyampaikan pesan yang diusung dalam konten-konten tersebut.

"Medsos dan berbagai aplikasi pesan instan telah hadir mengiringi kehidupan kita, bahkan nyaris 24 jam. Partai harus merespons perubahan perilaku publik tersebut agar bisa tetap relevan dan diterima dengan baik," kata Sri Untari.

"Tentu saja di dalam konten kita, ada pula pesan politik yang dikemas secara halus, terutama dalam konteks memenangkan Calon Gubernur Saifullah Yusuf dan Cawagub Puti Guntur Soekarno," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon